Tawanan Al-Qaeda Kecam Praktik Pembayaran Uang Tebusan

Willy Haryono    •    Kamis, 10 Aug 2017 22:57 WIB
al qaeda
Tawanan Al-Qaeda Kecam Praktik Pembayaran Uang Tebusan
Johan Gustafsson. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Stockholm: Seorang warga Swedia yang ditawan grup teroris Al-Qaeda di Mali selama lebih dari lima tahun sebelum akhirnya dibebaskan pada Juni lalu mengaku menentang praktik pembayaran uang tebusan dalam kasus penculikan. 

Johan Gustafsson, 42, mengatakan kepada awak media dirinya tidak tahu mengapa Al-Qaeda membebaskan dirinya. Namun dia berharap pemerintah Swedia berkata jujur saat menyebutkan kebijakan negara untuk tidak membayar tebusan kepada teroris. 

"Secara pribadi, saya rasa itu perbuatan salah (membayar tebusan). Hal itu membuat orang lain dalam bahaya. Teroris bisa saja menggunakan uang tebusan untuk perlengkapan perang mereka," ujar Gustafsson, dalam konferensi pers pertamanya, seperti dikutip AFP, Kamis 10 Agustus 2017, setelah kembali ke Swedia pada 26 Juni. 

Gustafsson diculik grup terafiliasi Al-Qaeda AQIM di Timbuktu, Mali utara, pada November 2011 bersama seorang warga Afrika selatan Stephen McGown dan asal Belanda, Sjaak Rijke. 

Rijke dibebaskan pada April 2015 oleh pasukan khusus Prancis, sedangkan McGown dibebaskan pada 29 Juli tahun ini. 

AQIM adalah salah satu grup ekstremis yang menguasai Mali utara pada 2012, sebelum akhirnya diusir operasi militer pimpinan Prancis yang dimulai Januari 2013. 

Grup tersebut telah merilis beberapa video penyanderaan selama bertahun-tahun. 

Beberapa detail mengenai pembebasan Gustafsson dirahasiakan pemerintah Swedia.

Menteri Luar Negeri Swedia Margot Wallstrom mengatakan pembebasan Gustafsson adalah hasil dari "usaha selama bertahun-tahun" oleh polisi, politikus, diplomat serta otoritas dalam negeri dan internasional. 



(WIL)