Ikut Campur Isu Makedonia, Yunani Ancam Usir Diplomat Rusia

Arpan Rahman    •    Kamis, 12 Jul 2018 20:09 WIB
politik yunani
Ikut Campur Isu Makedonia, Yunani Ancam Usir Diplomat Rusia
Yunani mengaku akan mengusir dua diplomat Rusia dan melarang dua orang lainnya. (Foto: AFP).

Athena: Empat diplomat Rusia hendak dilarang dari Yunani setelah bukti-bukti terungkap: Rusia berupaya menimbulkan pertentangan atas kesepakatan bersejarah antara Yunani dan Makedonia. Padahal kesepakatan ini kemungkinan membuka jalan bagi keanggotaan Macedonia di NATO, dengan begitu melemahkan pengaruh Rusia di kawasan barat Balkan.
 
Yunani mengaku akan mengusir dua diplomat Rusia dan melarang dua orang lainnya.
 
Zoran Zaev, Perdana Menteri Makedonia, berbicara pada pertemuan puncak NATO di Brussels, mengindikasikan dia tahu Rusia berada di belakang sejumlah protes di luar parlemennya sendiri. Tetapi dia mengatakan negaranya tidak akan mencari konflik.
 
"Kami adalah negara kecil. Kami ingin membangun persahabatan dengan semua pihak. Tidak ada alternatif selain keanggotaan NATO," katanya, seperti disitir dari Guardian, Kamis 12 Juli 2018.
 
Dia katakan beberapa negara, seperti Bulgaria, berhasil melipatgandakan investasi asing langsung setelah bergabung dengan NATO. Seraya berharap itu akan memberikan dorongan yang sama ke negaranya.
 
Rusia, yang terlibat dalam perjuangan yang lebih luas untuk pengaruhnya dengan Uni Eropa di seluruh kawasan, telah dituduh mendukung kudeta yang gagal di Montenegro pada 2016.
 
Rusia balas menanggapi pengusiran Yunani dengan akan mengambil langkah serupa terhadap diplomat Yunani di Moskow.
 
Pengusiran para diplomat, terungkap dalam media Yunani pada Rabu. Namun disiarkan oleh pemerintah Yunani ke Rusia pada 6 Juli, menyusul bukti bahwa kesemua diplomat mendorong unjuk rasa menentang kesepakatan perubahan nama Makedonia, termasuk menawarkan suap kepada penentang kesepakatan itu.
 
Perjanjian ganti nama yang bersejarah, disetujui pada 17 Juni, di mana bekas Republik Yugoslavia Makedonia tunduk pada keberatan Yunani dan mengubah namanya menjadi Makedonia Utara. Yunani mengklaim nama Makedonia menyiratkan klaim teritorial di provinsi Yunani dengan nama yang sama.
 
Surat kabar Yunani Kathimerini menunjuk Imperial Orthodox Palestine Society, sebuah organisasi yang mempromosikan hubungan Rusia dengan umat Kristen di Timur Tengah, sebagai salah satu kelompok yang mencoba mencampuri pengaruh Rusia di Yunani. Termasuk dalam komunitas monastik Ortodoks Yunani dari Gunung Athos.
 
Seorang tokoh masyarakat membantah terlibat dalam dugaan upaya menyuap para pendeta Ortodoks Yunani senior, lapor kantor berita Interfax, Rusia.
 
Pada 2008 NATO setuju mengundang Macedonia untuk bergabung dengan aliansi militer sesudah sengketa soal nama negara itu diselesaikan. Pertemuan KTT NATO Rabu di Brussels akan diakhiri dengan undangan resmi untuk bergabung dengan NATO.
 
Nama tersebut telah diperdebatkan antara kedua negara sejak pecahnya negeri bekas Yugoslavia.
 
Kesepakatan itu menghadapi pertentangan baik di Yunani dan di Makedonia, di mana menghangatnya referendum direncanakan musim gugur ini.
 
Oposisi Makedonia berupaya menghalangi pembentukan komisi pemilihan buat mempersiapkan referendum. Mereka juga menuduh para politisi terkemuka dalam pemerintah melakukan pengkhianatan bila menyetujui kesepakatan ini.
 
Penolakan kesepakatan di Yunani, antara lain, berasal dari tujuh anggota parlemen dalam Yunani Independen (ANEL), partai gurem  nasionalis sayap kanan dalam koalisi pemerintahan dengan sayap kiri Syriza, dipimpin Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras.
 
Isu nama kadung menyebabkan perpecahan di dalam ANEL, dan media Rusia telah mempromosikan gagasan partai populis baru dipimpin Dimitris Kammenos, yang didedikasikan untuk memblokir perubahan nama.
 
Rusia dan Yunani mempertahankan hubungan mesra. Athena salah satu dari beberapa poros yang menolak permintaan Inggris mengusir diplomat di belakang klaim Inggris atas keterlibatan Rusia dalam keracunan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya di Salisbury. Tapi kedutaan Rusia di Athena sebelumnya dituduh ikut campur dalam politik Yunani setelah bocoran email pada 2015.


(FJR)