Paus Fransiskus Kutuk Pembunuhan yang Mengatasnamakan Tuhan

Willy Haryono    •    Rabu, 14 Sep 2016 15:31 WIB
penyanderaan prancis
Paus Fransiskus Kutuk Pembunuhan yang Mengatasnamakan Tuhan
Paus Fransiskus menyapa ribuan orang di lapangan Santo Petrus, Vatikan, 14 September 2016. (Foto: AFP/TIZIANA FABI)

Metrotvnews.com, Vatikan: Paus Fransiskus mengutuk keras pembunuhan yang dilakukan atas nama Tuhan dan menyebutnya sebagai perbuatan "setan." Pernyataan dilontarkan Fransiskus dalam rangka mengenang pendeta Jacques Hamel yang tewas dibunuh ekstremis di Prancis pada Juli.

"Membunuh atas nama Tuhan adalah perbuatan setan," ucap dia di Lapangan Santro Petrus Vatikan, Rabu (14/9/2016). Turut hadir dalam misa ini sekitar 80 orang dari Rouen, Prancis.

Fransiskus menilai Hamel sebagai seorang martir baik hati yang tewas dibunuh secara brutal "seperti seorang kriminal." "Alangkah baiknya jika semua agama mendeklarasikan bahwa membunuh atas nama Tuhan adalah perbuatan setan," sambung Fransiskus, seperti dikutip AFP

Hamel dibunuh saat sedang mempersiapkan misa pagi di sebuah gereja kecil di Saint-Etienne-du-Rouvray. Ia tewas dengan cara digorok oleh dua ekstremis. 

Mengenang Hamel di kapel St Martha, Fransiskus mengatakan jumlah martir di era modern saat ini lebih banyak dari beberapa abad sebelumnya. Fransiskus berbicara dalam bahasa Italia, namun diterjemahkan ke bahasa Prancis agar dimengerti warga Rouen. 

Menurut Fransiskus, saat ini pemeluk agama Kristen sedang teraniaya melalui "penahanan, penyiksaan dan pembunuhan" "Aksi-aksi semacam itu juga adalah perbuatan setan," ungkap dia. 

Awal bulan ini, Fransiskus telah berdiskusi dengan Presiden Francois Hollande mengenai pembunuhan Hamel dan serangkaian aksi teror di Prancis. Akhir September mendatang, Fransiskus akan bertemu anggota keluarga dari 86 orang yang tewas dibunuh dalam aksi teror di Nice pada 14 Juli. 


Jacques Hamel

Jacques Hamel, seorang pendeta yang dibunuh dua pria bersenjata dalam kasus penyanderaan di sebuah gereja di Prancis, disebut telah mendonasikan lahan untuk pembangunan masjid. 

Pendeta Mark Ephrem Nolan dari Benedictine Monastery of the Holy Cross di dekat Rostrevor, mengonfirmasi bahwa Hamel memang menjalin hubungan baik dengan komunitas Muslim di kota kecil Saint-Etienne-du-Rouvray. 

"Dia menjalani kehidupan sederhana, dengan menekankan pada pentingnya menjalin persahabatan. Ia mendonasikan lahan di samping gerejanya kepada komunitas Muslim untuk membangun masjid, dan juga mengizinkan penggunaan aula serta fasilitas lainnya saat Ramadan," tutur Nolan.


(WIL)

Hillary Clinton Janjikan Biaya Kuliah Gratis

Hillary Clinton Janjikan Biaya Kuliah Gratis

23 hours Ago

Dalam kampanyenya bersama Bernie Sanders, Calon Presiden Amerika Serikat Hillary Clinton menyatakan…

BERITA LAINNYA