Babak Baru Pilpres Ceko

Arpan Rahman    •    Sabtu, 27 Jan 2018 18:31 WIB
Politik Ceko
Babak Baru Pilpres Ceko
Seorang warga memberikan suaranya dalam Pilpres Ceko (Foto: AFP).

Praha: Ceko memilih presiden baru mereka, pada Sabtu 27 Januari 2018, dalam persaingan antara kandidat presiden pro-Rusia Milos Zeman dan seterunya yang liberal pro-Eropa Jiri Drahos. Hari terakhir pemungutan suara menjanjikan perseteruan ketat.
 
Para petaruh sudah menyokong veteran populis Zeman, namun jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan kedua kandidat akan bersaing seru. Sekitar 10 persen pemilih di Uni Eropa dan negara anggota NATO masih bimbang.
 
"Ini bentrokan antara dua kandidat yang sama sekali berbeda, yang mewakili dua bagian masyarakat yang agak terbelah," kata analis politik Tomas Lebeda kepada AFP. Ia menunjuk pada perpecahan mendalam tentang kebijakan luar negeri dan imigrasi Ceko.
 
Pada pemungutan suara di Praha, Zeman menekuk pemula politik Drahos, seorang pesaing "yang masih hijau dalam berurusan dengan politik". Sementara Drahos memuji "energi" sosial yang dihasilkan oleh pilpres dan bersumpah akan "tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, apapun hasilnya" .
 
Dikenal dengan sikap pro-Tiongkok dan anti-Muslim, Zeman menempati posisi terdepan di antara sembilan kandidat di pilpres putaran pertama pada 12-13 Januari. Ia mengumpulkan 38,56 persen suara melawan 26,60 persen untuk Drahos.
 
Bergerak menuju Eropa
 
Memberi suara di sebuah sekolah di Praha, Blanka Kotenova berkata kepada AFP bahwa pemilihan tersebut adalah tentang kesusilaan, kebebasan, "berada di Uni Eropa (UE), dan jika mungkin, bekerja di UE, tidak hanya mengeluh".
 
Seorang pemilih Praha lainnya Lubos Horcic menuturkan kepada AFP bahwa dia mendukung Drahos karena "akan bekerja untuk mendamaikan masyarakat dan tidak memecah-belah seperti Kamerad Zeman". Ditambahkannya bahwa Drahos "bergerak ke arah Eropa dan Barat dan tidak menuju Timur".
 
Namun bintang selebritis Daniel Hajek mengatakan bahwa dia akan memilih "Milos Zeman yang berpengalaman karena dia membuka pintu bagi kerja sama ekonomi dengan negara-negara seperti Rusia dan Tiongkok.
 
"Ini penting bagi kami, untuk bekerja, negara kita berada di jantung Eropa -- kita tidak bisa hanya dalam satu arah," katanya kepada AFP di Praha, seperti dilansir Sabtu 27 Januari 2018.
 
Produsen mobil terbesar kelima di Eropa bergantung pada ekspor mobil, terutama ke zona Euro, dan ekonominya diperkirakan akan meningkat 3,4 persen tahun ini.
 
Pilpres putaran akhir ini dilakukan di tengah krisis politik yang meluas saat Perdana Menteri Andrej Babis yang miliarder sedang menghadapi dakwaan polisi atas kecurangan subsidi UE, yang menghambat dayanya guna membentuk sebuah pemerintahan.
 
Kendati negara berpenduduk 10,6 juta orang hanya menerima 12 migran di bawah sistem kuota UE, migrasi merupakan isu kampanye utama.
 
Kampanye kotor
 
Zeman pernah menyebut krisis migran 2015 "sebuah invasi terorganisir" di Eropa. Ia mengklaim bahwa umat Islam "tidak mungkin untuk diintegrasikan".
 
Balihonya di seluruh Republik Ceko berusaha menarik pemilih dengan pesan anti-migran: "Hentikan imigran dan Drahos, ini negara kita, pilih Zeman!"
 
Zeman juga berulang kali meminta Uni Eropa untuk mencabut sanksinya terhadap Rusia selama pengambilalihan Krimea 2014 dari Ukraina.
 
Di bawah slogan "Kesusilaan adalah sebuah kekuatan," Drahos, mantan kepala Akademi Ilmu Pengetahuan Ceko dan seorang profesor teknik kimia, 68 tahun tidak jauh berbeda.
 
Konstitusi memungkinkan presiden untuk menunjuk perdana menteri dan pemerintah, anggota dewan bank sentral, hakim dan profesor universitas, serta menandatangani undang-undang yang disahkan oleh parlemen menjadi undang-undang.
 
Jumlah pemilih mendekati 50 persen pada penutupan pemungutan suara, pada Jumat 26 Januari 2018, menurut TV Ceko.
 
Tempat pemungutan suara dibuka kembali pada pukul 07:00 GMT Sabtu sebelum ditutup pada pukul 13:00, dengan hasil parsial diperkirakan akan diketahui segera setelahnya.

(FJR)