Catalonia akan Deklarasikan Kemerdekaan dalam Hitungan Hari

Arpan Rahman, Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 04 Oct 2017 13:48 WIB
referendum catalonia
Catalonia akan Deklarasikan Kemerdekaan dalam Hitungan Hari
Presiden regional Catalonia Carles Puigdemont. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Catalonia: Presiden Catalonia Carles Puidgemont berkeras mendeklarasikan kemerdekaan dari Spanyol dalam hitungan hari. Deklarasi ini disampaikan menyusul referendum akhir pekan kemarin, di mana 90 persen yang menggunakan hak pilihnya mendukung terlepas dari Spanyol.

Puigdemont menegaskan deklarasi pemisahan Catalonia dari Spanyol bisa dilakukan akhir pekan ini atau awal pekan depan. Padahal, sejauh ini pemerintah Spanyol tidak mengakui referendum tersebut karena dianggap bertentangan dengan konstitusi.

Seperti dilansir AFP, Rabu 4 Oktober 2017, Puidgemont menyebut intervensi Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy untuk mengendalikan pemerintahan Catalonia merupakan kesalahan yang akan mengubah segalanya. Sejak referendum berlangsung, belum ada komunikasi yang dilakukan antara pemimpin Catalonia dengan pemerintah pusat di Madrid.

Puigdemont meminta bantuan internasional, khususnya Uni Eropa, untuk memediasi perselisihan Barcelona dengan Madrid. Dia menuturkan parlemen Uni Eropa tidak bisa mengabaikan krisis politik di sana, karena berimbas pada terlukanya ratusan orang.

"Komisi Uni Eropa harus mendorong adanya mediasi internasional, tidak lagi bisa melihat ke arah lain," ujarnya.

Parlemen Eropa, hari ini, dijadwalkan menggelar debat khusus membahas referendum Catalonia. Presiden Parlemen Uni Eropa Antonio Tajani menuturkan pembahasan akan dilakukan berdasarkan konstitusi dan aturan hukum Spanyol.

Namun, parlemen Uni Eropa tidak akan menggelar voting resolusi usai pertemuan berlangsung.

Sikap Raja Spanyol

Raja Spanyol, Felipe VII, menolak deklarasi kemerdekaan warga Catalonia. Ia menganggap referendum pekan lalu menghancurkan prinsip dan memecah-belah Catalonia sendiri.

"Saya berkomitmen kuat dalam konstitusi dan demokrasi negara demi mempersatukan dan mempertahankan Spanyol," kata Raja Felipe.

Sang raja juga menyebut bahwa bentrokan antara polisi dengna pengunjuk asa pro referendum menyebabkan ketidakharmonisan di Catalonia. "Hari ini warga Catalania retak dan masuk ke dalam sebuah konflik," tegasnya.

Referendum Catalonia meraih kemenangan telak. Dari 2,2 juta surat suara, 90 persen di antaranya memilih merdeka dari Spanyol.

Tak lama setelah pemungutan suara berakhir, PM Rajoy menegaskan akan menganggap tidak pernah ada referendum di sana, dan mengatakan kebanyakan besar warga Catalonia dibodohi untuk mengikuti pemungutan suara ilegal.

 


(WIL)