Mendagri Salvini Geram Italia Dianggap Penampung Imigran

Willy Haryono    •    Senin, 04 Jun 2018 13:39 WIB
imigran gelap
Mendagri Salvini Geram Italia Dianggap Penampung Imigran
Mendagri Italia Matteo Salvini dalam kunjungan ke Sicily, 3 Juni 2018. (Foto: AFP/CARMELO LENZO)

 Sicily: Menteri Dalam Negeri Italia Matteo Salvini meminta pemerintah daerah Sicilia berhenti menerima pengungsi sehingga kawasan tersebut tidak lagi dianggap sebagai "kamp imigran Eropa."

Salvini, pemimpin dari Partai Liga yang berhaluan sayap kanan, menegaskan sikapnya bukan merujuk pada "garis keras, namun sesuai dengan akal sehat."

Ia menilai mendeportasi para pengungsi dan membatasi kedatangan baru justru akan menyelamatkan lebih banyak nyawa. Ia merujuk pada banyaknya sejumlah imigran yang tewas saat berusaha menyeberangi Laut Mediterania untuk mencapai Eropa.

Italia adalah negara favorit para imigran yang berasal dari Afrika Utara, meski jumlahnya menurun dalam beberapa bulan terakhir.

Partai Liga memiliki sikap anti-imigran yang sangat kuat, dan mengaku siap bekerja sama dengan pemerintahan baru Italia saat ini untuk menegakkan posisi tersebut.

"Sudah cukup Sicilia menjadi kamp pengungsi di Eropa. Saya tidak akan tinggal diam saat orang-orang terus berdatangan ke sini. Kita membutuhkan pusat deportasi," tegas Salvini, seperti dikutip dari BBC, Minggu 3 Juni 2018.

"Cara terbaik menyelamatkan nyawa adalah mencegah orang-orang tersebut menaiki kapal (untuk mencapai Eropa)," lanjut dia.

Menurut Salvini, ribuan imigran seperti terkena ilusi dan mengira bahwa jika mereka bisa datang ke Italia, maka otomatis akan tersedia tempat tinggal serta pekerjaan.

"Tidak ada cukup rumah dan pekerjaan untuk warga Italia, apalagi untuk orang-orang dari Afrika," tegas Salvini.

Dalam sebuah acara di Italia utara pada Sabtu kemarin, Salvini menegaskan "momen bahagia" bagi para imigran gelap sudah berakhir. "Siap-siap berkemas dan segeralah pulang," ungkap dia.


(WIL)