Ekuador Mata-matai Pendiri WikiLeaks di London

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 16 May 2018 18:55 WIB
wikileaks
Ekuador Mata-matai Pendiri WikiLeaks di London
Pendiri WikiLeaks, Julian Assange. (Foto: AFP).

London: Laporan menunjukkan Ekuador memata-matai pendiri WikiLeaks Julian Assange di kedutaannya di London. Tempat itu sudah ditinggali Assange sejak 2012.

Awalnya, Ekuador menampung Assange untuk mendukungnya, namun semua berubah usai dia meretas komputer misi.

Dilansir dari The Guardian, Rabu 16 Mei 2018, Ekuador mempekerjakan perusahaan keamanan internasional dan agen rahasia untuk mengawasi para pengunjung, staf kedutaan dan polisi Inggris di kedutaan yang terletak di daerah Knightsbridge.

Ekuador diperkirakan menghabiskan anggaran untuk operasi sebesar USD5 juta atau sekitar Rp70,4 miliar.

Operasi ini mendapat dukungan dari Presiden Ekuador Rafael Correa dan telah berakhir di bawah kepemimpinan Lenin Moreno yang mengambil alih kekuasaan sejak tahun lalu.

Laporan menunjukkan tim keamanan merekam kegiatan harian Assange dan interaksinya dengan staf kedutaan serta pengunjung, termasuk sesama peretas, aktivis dan pengacara.

Assange tinggal di sebuah flat sewaan di dekat kedutaan dengan biaya  £2.800 per bulan. Operasi dimaksudkan awalnya untuk membantu Assange dan menjaganya dari sergapan polisi London.


(FJR)