G7 Sepakat Assad Harus Lengser demi Solusi Damai Suriah

Willy Haryono    •    Selasa, 11 Apr 2017 22:13 WIB
krisis suriah
G7 Sepakat Assad Harus Lengser demi Solusi Damai Suriah
Menlu Prancis Jean-Marc Ayrault. (Foto: AFP/Thomas Samson)

Metrotvnews.com, Lucca: Menteri-menteri luar negeri anggota G7 bersikukuh tidak akan ada solusi damai di Suriah jika Presiden Bashar al-Assad masih berkuasa. 

Pernyataan disampaikan para Menlu dalam pertemuan G7 di kota Lucca, Italia, Selasa 11 April 2017. 

"Kami sepakat bahwa tidak ada masa depan di Suriah dengan Bashar al-Assad (sebagai pemimpinnya)," ucap Menlu Prancis Jean-Marc Ayrault kepada awak media, seperti dikutip AFP

Ayrault mengatakan ia dan para menlu lainnya menyerukan kepada Rusia untuk berhenti mendukung Assad. Moskow diminta segera menarik diri dari Suriah dan merumuskan bersama proses politik demi solusi damai Suriah.

"Ini bukan sikap agresif terhadap Rusia, tapi berusaha merangkul dengan tujuan jelas," sebut Ayrault. 

Sementara itu Amerika Serikat (AS) memperkuat sikapnya terhadap Damaskus sejak dugaan serangan kimia yang menewaskan 87 orang di kota Khan Sheikhun, provinsi Idlib, pada 4 April 2017. 

Respons ditunjukkan Presiden Donald Trump dengan meluncurkan 59 misil Tomahawk ke sebuah pangkalan udara Suriah. 

Ayrault berbicara di pertemuan tertutup di level menlu G7, grup yang terdiri dari Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang dan AS. 

Grup tersebut juga menggelar pertemuan khusus membahas konflik Suriah bersama menlu dari Yordania, Arab Saudi, Turki dan Uni Emirat Arab. 

Menlu AS Rex Tillerson bertolak dari Italia ke Rusia, di mana dirinya akan bertemu Menlu Sergei Lavrov.


(WIL)