Rusia Akhirnya Akui Kemungkinan Teror dalam Tragedi 7K9268

Willy Haryono    •    Selasa, 10 Nov 2015 10:19 WIB
pesawat rusia jatuh di mesir
Rusia Akhirnya Akui Kemungkinan Teror dalam Tragedi 7K9268
PM Rusia Dmitry Medvedev dalam sebuah acara di Slovenia, 26 Juli 2015. (Foto: AFP/Miro Majcen)

Metrotvnews.com, Moskow: Rusia untuk kali pertama mengakui adanya kemungkinan unsur teror dalam tragedi pesawat jatuh di Sinai, Mesir. 

Inggris dan Amerika Serikat, dan juga beberapa investigator internasional, menduga adanya ledakan bom sebagai penyebab kejadian yang menewaskan 224 orang. Mesir dan Rusia bersikukuh membantahnya, dan mengatakan tidak ada bukti kuat untuk mendukung teori tersebut. 

"Kemungkinan adanya aksi teror tentu masuk dalam salah satu (teori) penyebab jatuhnya pesawat," ujar Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev, seperti dikutip AFP, Senin (9/11/2015). 

Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond adalah petinggi pertama yang menyebutkan adanya kemungkinan ledakan bom. "Kemungkinan adanya bahan peledak di dalam pesawat lebih tinggi ketimbang teori lain."

Pada Senin, Israel -- yang memiliki jaringan intelijen kuat di Sinai -- mendukung teori ledakan bom. 

"Ada kemungkinan kuat ini adalah sebuah serangan," tutur Menteri Pertahanan Moshe Yaalon. 

Kepala perusahaan Airbus Fabrice Bregier menegaskan tidak ada kerusakan teknis dari pesawat maskapai Kogalymavia tipe A-321 dengan nomor penerbangan 7K9268. 

"Saya bisa bilang bahwa sejauh ini, apa yang kami dapat dari investigasi adalah tidak adanya kerusakan teknis terkait pesawat A-321," kata Bregier. "Namun tentu saja kita harus menunggu kesimpulan dari investigasi."

Pesawat maskapai Kogalymavia dengan nomor penerbangan 7K9268 jatuh di Sinai, 23 menit setelah lepas landas dari bandara Sharm el-Sheikh menuju Saint Petersburg, Rusia. Seluruh penumpang dan kru dengan total 224 orang meninggal dunia. 

Kelompok militan Islamic State (ISIS) cabang Sinai mengklaim bertanggung jawab atas jatuhnya 7K9268.


(WIL)