Macron Raih Mayoritas, Parlemen Prancis Diwarnai Wajah-Wajah Baru

Arpan Rahman    •    Senin, 19 Jun 2017 11:11 WIB
pemilu prancis
Macron Raih Mayoritas, Parlemen Prancis Diwarnai Wajah-Wajah Baru
Kepala interim partai REM Catherine Barbaroux berbicara usai ditutupnya pemilu parlemen putaran kedua di Paris, Prancis, 18 Juni 2017. (Foto: AFP/BERTRAND GUAY)

Metrotvnews.com, Paris: Partai Emmanuel Macron mencetak kemenangan besar dalam pemilihan parlemen Prancis. Kemenangan ini menguatkan pemimpin anyar mereka dalam memegang kekuasaan di Prancis.

Presiden Macron memenuhi keinginannya untuk mengusik kemapanan politik dengan wajah-wajah baru -- termasuk seorang petani, guru, dan seorang jenius matematika -- lewat pendekatan berbeda.

Macron sekali lagi mengalahkan Marine Le Pen, namun kali ini dalam pemilu parlemen. Le Pen menyerukan suara lantangnya lewat partai Front Nasional.

"Melalui pemungutan suara mereka, sebagian besar rakyat Prancis telah memilih harapan di atas kemarahan," kata perdana menteri Edouard Philippe, merujuk kata 'kemarahan' pada gerakan ultra-kiri yang diserukan Le Pen.

Perombakan kecil kabinet, satu langkah wajib sesudah pemilihan parlemen, diharapkan diadakan pekan ini.

Jajaran Politikus Pemula

Dimulainya sesi baru parlemen pada 27 Juni 2017 memaksa para politikus pemula di Republique en Marche! milik Macron untuk belajar dunia perpolitikan dalam kecepatan tinggi.

Setengah dari kandidat yang bertarung membela partainya direkrut dari penggerak sipil, dan separuhnya adalah perempuan. Mulai Senin 19 Juni 2017, banyak yang akan mengayun langkah resmi pertama mereka di koridor kekuasaan.

Sejumlah survei memproyeksikan En Marche dan sekutu-sekutunya bisa membawa sekitar 360 dari 577 kursi di majelis rendah.

Hasil parsial resmi mengkonfirmasi tren tersebut, menunjukkan 327 kursi, sedang 33 sisanya belum dihitung. Partai ini akan memiliki lebih dari 289 kursi yang dibutuhkan untuk mayoritas mutlak demi melaksanakan program Macron.

Konservatif terkemuka dan sekutu-sekutu mereka, rival terberat, mempertahankan posisi mereka lebih baik dari perkiraan.

Kementerian Dalam Negeri menghitung jumlah anggota Partai Republik dan kandidat sekutu dengan 131 kursi, di mana 33 kursi masih belum terhitung.

Sosialis Tergelincir

Partai Sosialis -- yang mendominasi Majelis yang segera berakhir masa tugasnya -- tergelincir akibat tidak populernya mantan presiden Francois Hollande. Beserta sekutunya, Sosialis kemungkinan hanya menduduki kurang dari 50 kursi.

Tersengat realitas kekalahan mendorong pemimpin partai Jean-Christophe Cambadelis, yang kalah dalam pemilihan putaran pertama, pekan lalu, untuk mengundurkan diri.


(WIL)

Lebih Berbahaya Bepergian ke Eropa Daripada ke Suriah

Lebih Berbahaya Bepergian ke Eropa Daripada ke Suriah

40 minutes Ago

Serangan teror yang semakin meningkat di Benua Eropa beberapa tahun terakhir menjadi kekhawatiran…

BERITA LAINNYA