380 Ribu Data Pelanggan British Airway Diretas

Fajar Nugraha    •    Jumat, 07 Sep 2018 16:59 WIB
inggrisperetasan
380 Ribu Data Pelanggan British Airway Diretas
Maskapai British Airways mengaku telah diretas (Foto: AFP).

London: Maskapai nasional Inggris British Airways melaporkan bahwa rincian pribadi dan keuangan pelanggan yang membuat pemesanan antara 21 Agustus dan 5 September telah dicuri. Diduga data itu telah diretas.
 
Pelanggaran data ini dikabarkan melibatkan 380.000 kartu kredit. Peretasan selama hampir dua minggu tidak melibatkan perincian perjalanan atau paspor.
 
"Rincian pribadi dan keuangan pelanggan yang membuat pemesanan di situs web dan aplikasi kami, telah disusupi," pernyataan pihak British Airways, seperti dikutip AFP, Jumat 7 September 2018.
 
"Pelanggaran telah diselesaikan dan situs web kami berfungsi dengan normal. Kami telah memberi tahu polisi dan otoritas terkait," imbuh pihak maskapai Inggris tersebut.
 
Berdasarkan keterangan, peretasan itu terjadi antara  pukul 21.58 malam pada 21 Agustus dan pukul 20.45 malam pada 5 September, dari sekitar 380.000 kartu pembayaran dikompromikan.
 
British Airways pun menyarankan siapa saja yang terkena pengaruh untuk menghubungi bank atau penyedia kartu kredit mereka. Dalam hal kompensasi, BA mengatakan bahwa mereka akan berhubungan dengan pelanggan dan akan mengelola klaim apa pun secara individual.
 
"Kami sangat menyesal atas gangguan yang disebabkan oleh kegiatan kriminal ini," kata perusahaan penerbangan itu.
 
Pihak British Airways pun memastikan bahwa pelanggan karena melakukan check in online seperti biasa karena insiden itu telah diselesaikan.
 
Calon penumpang, Daniel Willis,-yang memesan penerbangan pada Senin,- mengatakan bahwa dia belum dihubungi oleh maskapai penerbangan tersebut meskipun terpengaruh oleh pelanggaran data.
 
"Saya belum mendengar apa pun dari mereka tentang ini dan saya baru saja membatalkan kartu yang saya gunakan. Mereka berantakan," katanya kepada surat kabar Daily Telegraph.
 
Pelanggan British Airways lainnya, Stephanie Jowers, mengatakan bahwa dia menghubungi maskapai penerbangan beberapa jam sebelum peretasan itu diumumkan. Jowers hendak meminta biaya yang mencurigakan pada akunnya, tetapi tidak mendapatkan penjelasan.


(FJR)


Trump Diminta Gelar Investigasi Kedua Soal Khashoggi
Kematian Jamal Khashoggi

Trump Diminta Gelar Investigasi Kedua Soal Khashoggi

1 hour Ago

Senat meminta Trump untuk memastikan apakah Pangeran Mohammed terlibat atau tidak dalam kasus…

BERITA LAINNYA