Kasus Eks Agen Rusia, Warga Salisbury Diminta Cuci Pakaian

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 12 Mar 2018 16:59 WIB
keracunan
Kasus Eks Agen Rusia, Warga Salisbury Diminta Cuci Pakaian
Masyarakat Salisbury diminta cuci pakaian mereka agar tidak terkontaminasi racun. (Foto: AFP).

London: Pemerintah London meminta para pengunjung restoran Zizi atau Pub Mill di Salisbury, Inggris untuk mencuci baju mereka. Terlebih pengunjung yang datang ke restoran tersebut pada 4 hingga 5 Maret lalu.

Pengumuman ini disampaikan usai jejak racun saraf melumpuhkan eks mata-mata Rusia, Sergei Skripal dan putinya, Yulia yang ditemukan tak sadarkan diri di tempat tersebut.

"Meski pun tidak ada risiko kesehatan, namun segera bagi siapa pun yang mungkin berada di salah satu lokasi ini, untuk mencuci pakaian Anda. Karena, meski dalam jumlah kecil, bisa saja mencemari kulit Anda," ucap Kementerian Kesehatan Masyarakat, seperti dilansir dari CBS, Senin 12 Maret 2018.

"Seiring waktu, kontak kulit berulang dengan barang-barang yang terkontaminasi (racun) dapat menimbulkan risiko kecil terhadap kesehatan," lanjut mereka.

Mereka menambahkan bahwa pakaian harus dicuci di mesin biasa dengan deterjen yang biasa dipakai untuk mencuci. Karena suhu normal direkomendasikan untuk menghilangkan racun pada pakaian itu.

Kementerian Kesehatan Masyarakat juga mengatakan barang-barang pribadi, seperti tas, telepon genggam, jam tangan dan barang elektronik lain harus di lap menggunakan pembersih atau tisu bayi. Tisu itu kemudian harus langsung dibuang ke tempat sampah.

Skripal ditemukan tak sadarkan diri bersama putrinya di bangku restoran tersebut. Eks intel ini, dilaporkan mengkhianati agen rusia untuk bersatu dengan intelijen Inggris sebelum ditangkap di Moskow pada 2004 silam.

Ia dijatuhi hukuman 13 tahun penjara pada 2006 dan pada 2010 ia diberi perlindungan hukum di Inggris.


(WIL)