Austria Peringati 80 Tahun Aneksasi Nazi

Willy Haryono    •    Senin, 12 Mar 2018 12:59 WIB
austria
Austria Peringati 80 Tahun Aneksasi Nazi
Warga menonton film dokumenter mengenai invasi Nazi ke Austria pada 1938 di Wina, 11 Maret 2018. (Foto: AFP/JOE KLAMAR)

Wina: Presiden Austria Alexander Van de Bellen menyerukan kaum muda untuk tidak terseret dalam gelombang neo-fasisme atau ideologi sayap kanan. Seruan disampaikan saat Austria memperingati 80 tahun aneksasi oleh Nazi Jerman, Senin 12 Maret 2018. 

Pada 12 Maret 1938, pemimpin Nazi Adolf Hitler memerintahkan sekitar 200 ribu prajurit, perwira unit SS dan polisi untuk menginvasi Austria. Hitler mendeklarasikan "Anschluss" atau aneksasi terhadap negara kelahirannya tersebut. 

"Hari Peringatan" digelar di Austria pada Senin ini, untuk menandai peristiwa 1938 yang mengubah sejarah negara secara keseluruhan. Invasi Nazi ke Austria adalah peristiwa pendahuluan dari Perang Dunia II. 

Saat ditanya surat kabar Kurier mengenai apa yang bisa dipelajari warga Austria dari aneksasi Nazi, Van der Bellen menjawab: "Jangan terpengaruh (ideologi neo-fasis dan sayap kanan)." 

"Masyarakat harus mensyukuri situasi damai dan stabilitas politik saat ini, karena bisa saja berubah sewaktu-waktu," lanjut dia, seperti dilansir AFP

Van der Bellen -- orang yang mengalahkan kandidat capres anti-imigran pada 2016 -- mengatakan bahwa kelompok minoritas di negaranya kini mendapat perlindungan yang lebih baik. 

"Mereka tidak bisa dianiaya begitu saja oleh mayoritas seperti Austria di masa lalu," sebut Van der Bellen. 

Sejak berkuasa pada Desember, sang presiden terus menyerukan kewaspadaan dan toleransi antar kelompok masyarakat.


(WIL)