Uni Eropa Apresiasi Gerak Indonesia dalam Bantu Rakhine

Sonya Michaella    •    Jumat, 24 Nov 2017 10:39 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya indonesia-uni eropa
Uni Eropa Apresiasi Gerak Indonesia dalam Bantu Rakhine
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Guerend (Foto: Sonya Michaella).

Jakarta: Bentrokan yang terjadi di Rakhine State, Myanmar pada 25 Agustus 2017 mendapat perhatian dari seluruh dunia internasional, tak terkecuali Uni Eropa.
 
Untuk membantu Myanmar menyelesaikan krisis kemanusiaan yang menimpa mayoritas etnis Rohingya ini, Indonesia berada di garda terdepan untuk berbicara dengan Myanmar.
 
 
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Guerend sangat mengapresiasi Indonesia dalam membantu Myanmar menyelesaikan krisis kemanusiaan ini.
 
"Krisis kemanusiaan Rakhine dirasa sangat berat dan menyedihkan. Tapi kami (Uni Eropa) sangat mengapresiasi Indonesia dalam gerak cepatnya membantu Myanmar," kata Dubes Guerend di Pusat Kebudayaan Italia, Jumat 24 November 2017.
 
"Kami juga mengapresiasi cara Indonesia yang melakukan pendekatan dengan Myanmar untuk menyelesaikan kasus ini," lanjut dia.
 
Oktober lalu, bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan dukungan Kuwait, Uni Eropa berhasil menggalang dana mencapai USD434 miliar hingga tenggat Februari 2018 untuk membantu pengungsi Rohingya.
 
 
Total USD100 miliar telah disalurkan atau dijanjikan sebelum konferensi PBB ini dihelat di Jenewa. Uni Eropa juga menjanjikan tambahan 30 miliar Euro untuk penggalangan dana ini.
 
Lebih dari 600 ribu pengungsi melarikan diri ke perbatasan Bangladesh. Pengungsi ini tak hanya terdiri dari Rohingya yang status kewarganegaraannya tak diakui oleh Myanmar.
 
Selain Rohingya, masih ada lagi Muslim Myanmar dan Buddha Myanmar yang melarikan diri. Namun, jumlah Rohingya memang dikatakan membeludak dan mayoritas tinggal sementara di Cox’s Bazar. 



(FJR)