Ribuan Warga Catalonia Peringati Referendum Kemerdekaan

Arpan Rahman    •    Selasa, 02 Oct 2018 14:22 WIB
referendum catalonia
Ribuan Warga Catalonia Peringati Referendum Kemerdekaan
Demonstran membawa kotak surat yang digunakan dalam referendum Catalonia setahun lalu saat berunjuk rasa di Barcelona, Spanyol, 1 Oktober 2018. (Foto: AFP/PAU BARRENA)

Barcelona: Ribuan warga pro separatis Catalonia turun ke jalan, Senin 1 Oktober 2018, dalam memperingati satu tahun referendum kemerdekaan yang dianggap pemerintah Spanyol sebagai tindakan ilegal.

Tokoh separatisme, termasuk Presiden Catalonia, Quim Torra, turut menghadiri demonstrasi di Sant Julia de Ramis. Kota tersebut merupakan tempat mantan Presiden Catalonia Carles Puigdemont memberikan suaranya dalam referendum tahun lalu.

Baca: Jelang Peringatan Referendum, Bentrokan Meletus di Barcelona

"Setahun lalu, pemerintah Spanyol menekan hak-hak dasar, seperti hak menentukan nasib sendiri dan kebebasan berekspresi," kata Torra, seperti dilansir dari kantor berita UPI.

Kepolisian Spanyol mengatakan sekitar 13 ribu orang berbaris melintasi ruas jalan di Barcelona dan berdemonstrasi sekitar dua jam.

Torra menyerukan para pengunjuk rasa untuk tetap setia "pada mandat kemerdekaan" dan "terus menekan" pemerintah. Ia merujuk pada 'mandat' hasil referendum yang memenangkan kubu separatis.

Sejumlah aksi demo mengganggu perjalanan kereta api yang menghubungkan Barcelona ke kota Girona. Unjuk rasa juga menutup sejumlah jalan raya di Barcelona.

Di Girona, massa menerobos masuk ke gedung pemerintah dan mengganti bendera Spanyol dengan Catalonia.

Setelah menganggap referendum Catalonia ilegal, pemerintah pusat Spanyol di Madrid membubarkan pemerintahan regional di sana dan menyerukan pemilihan umum. 

Mahkamah Agung Spanyol menetapkan 25 pemimpin Catalonia harus diadili atas upaya pemberontakan, penggelapan atau tidak menaati negara. Pemerintah Spanyol telah mengeluarkan Surat Perintah Penangkapan Eropa terhadap Puigdemont pada Maret.

Puigdemont diketahui sempat menyampaikan pidato dari Belgia -- tempat dia mengasingkan diri usai referendum -- untuk menyerukan agar kubu separatis tetap solid demi mencapai tujuan bersama.


(WIL)