Menlu Inggris Kunjungi Markas OPCW, Konfrontasi Rusia

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 27 Jun 2018 11:10 WIB
senjata kimia
Menlu Inggris Kunjungi Markas OPCW, Konfrontasi Rusia
Menlu Inggris Boris Johnson di markas OPCW, Den Haag. (Foto: AFP).

Den Haag: Perwakilan Inggris akan kunjungi markas besar Lembaga Pengawas Senjata Kimia Dunia (OPCW) di Den Haag. Kunjungan ini diduga sebagai upaya baru konfrontasi dengan Rusia.

Penyidik OPCW diperkirakan akan mengungkap laporan mengenai penggunaan gas sarin dan klorin di Douma, Suriah, pada April lalu. Sementara itu, delegasi Inggris akan dipimpin langsung Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson.

Pertemuan juga akan membahas mengenai serangan zat saraf terhadap mantan agen ganda Rusia Sergei Skripal dan putrinya di Salisbury, Inggris. 

"Dengan keahlian teknis yang dimiliki dari penyelidikan penggunaan senjata kimia, OPCW merupakan badan tepat untuk mempelajari siapa dalang di balik serangan," tukas Johnson dalam akun Twitter, seperti dilansir dari AFP, Rabu 27 Juni 2018.

Sementara itu, Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia Rob Fenn mengatakan London sangat kuat mendukung perjanjian internasional mengenai pelarangan penggunaan senjata kimia tersebut.

"Inggris, Indonesia dan banyak negara di dunia mendukung pelarangan penggunaan senjata kimia. Pasalnya beberapa kali sudah digunakan di Suriah oleh pemerintah ke warganya. Hal ini sangat buruk dan kami ingin komunitas internasional melawan penggunaan tersebut," tukasnya saat ditemui di Kedutaan Inggris di Jakarta, kemarin.

Dia berharap negara pemilik senjata kimia untuk berpikir ulang dalam menggunakannya. Pasalnya, banyak sekali risiko yang akan terjadi jika senjata kimia tersebut dipakai, terlebih untuk melukai orang.


(FJR)