Tolak Berjabat Tangan. Pasangan Muslim Gagal Dapat Kewarganegaraan

Arpan Rahman    •    Minggu, 19 Aug 2018 19:11 WIB
piala swiss
Tolak Berjabat Tangan. Pasangan Muslim Gagal Dapat Kewarganegaraan
Ilustrasi berjabat tangan. (Foto: AFP)

Lausanne: Sepasang suami istri Muslim gagal mendapat kewarganegaraan Swiss karena mereka menolak berjabat tangan dengan lawan jenis.

Wali Kota Lausanne, Gregoire Junod, mengaku tidak dapat memberikan kewarganegaraan kepada pasangan itu karena mereka dinilai tidak menghormati kesetaraan gender.

Dia mengatakan aplikasi permohonan kewarganegaraan dari pasangan itu sudah diperiksa pada awal tahun, tetapi pada akhirnya ditolak.

Dilansir dari Metro.co.uk, Minggu 19 Agustus 2018, Junod tidak menyebut dari mana asal kedua pemohon tersebut. Namun ia mengatakan keduanya "tidak mau berjabat tangan dengan lawan jenis."

Keduanya juga "menunjukkan kesulitan besar dalam menjawab pertanyaan yang diajukan lawan jenis."

Kasus serupa pernah terjadi di Stockholm, Swedia. Seorang wanita Muslim datang untuk wawancara sebuah pekerjaan. Namun dia gagal mendapatkan pekerjaan karena menolak bersalaman dengan calon pemberi kerja.

Tidak hanya itu. dia juga dipaksa membayar GBP3000 atau setara Rp55,6 juta oleh ombudsman Swedia atas pelanggaran diskriminasi.

Kembali ke Swiss, Junod menegaskan kebebasan berkeyakinan dan beragama dijamin dalam hukum Swiss. Namun ia menyebut "praktik-praktik keagamaan tidak berada di luar hukum."

Wakil Wali Kota Laussane, Pierre-Antoine Hildbrand, menjadi salah satu orang yang mewawancara pasangan tersebut. Dia mengaku "puas dengan keputusan" menolak memberikan kewarganegaraan.

"Konstitusi dan persamaan antara laki-laki dan perempuan menang atas kefanatikan," kata Hildbrand.


(WIL)