Larangan Berjilbab di Belgia Didukung Putusan Pengadilan HAM Eropa

   •    Rabu, 12 Jul 2017 09:33 WIB
hijab
Larangan Berjilbab di Belgia Didukung Putusan Pengadilan HAM Eropa
Seorang wanita mengenakan niqab berjalan di Jalan Rabbat Maroko pada Januari 2017. (Foto: AFP/Fadel Senna)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa pada Selasa 11 Juli 2017 memperkuat larangan Belgia terkait penggunaan niqab atau pakaian muslim yang menutupi wajah di muka umum. 

Pengadilan memutuskan bahwa pembatasan ini merupakan langkah untuk menjamin perlindungan hak dan kebebasan orang lain sebagai bentuk demokratisasi bagi seluruh masyarakat.

Larangan penggunaan niqab yang menutup hampir seluruh bagian wajah ini berdasarkan Undang-undang yang dikeluarkan pada 2011. Aturan itu menyatakan bahwa seseorang dilarang menggunakan pakaian yang menutup wajah sebagian atau keseluruhan di muka umum sehingga sulit dikenali.

Pelanggaran atas aturan itu bisa mengakibatkan seseorang terkena denda dan kurungan selama tujuh hari.

Perancis merupakan negara pertama di Eropa yang melarang penggunaan niqab. Pengadilan di negara tersebut menegaskan UU Belgia tahun 2011 yang melarang penggunaan niqab tak melanggar hak asasi individual ataupun kebebasan beragama.

Kasus Belgia tentang larangan penggunaan niqab di muka umum ini dibawa oleh dua orang wanita muslim asal Belgia Samia Belcacemi dan Yamina Oussar dari Maroko.

Keduanya menyatakan bahwa adalah hak mereka untuk memilih bagaimana berpakaian, termasuk menggunakan niqab. Atas aturan tersebut, mereka menganggap bahwa hak-haknya telah dilanggar dan bersifat diskriminatif.

Meskipun larangan tersebut diperkuat oleh Pengadilan HAM Eropa, Belcacemi tetap mengenakan jilbab tanpa merasa ada tekanan sosial maupun ketakutan akan didenda. Sementara Oussar lebih memilih tinggal di rumah setelah keputusan tersebut berlaku.



Sementara itu, AFP mengklasifikasi sedikitnya ada 4 jenis busana yang biasa dikenakan oleh wanita muslim di seluruh dunia, yakni hijab, khimar, niqab dan burka. Ada perbedaan yang signifikan antara keempat jenis pakaian tersebut.

Umumnya, sebagian besar wanita muslim di seluruh dunia mengenakan hijab. Hijab biasanya berupa sehelai kain berukuran persegi maupun persegi panjang yang hanya menutupi bagian kepala dan leher, sementara wajah masih tampak.

Selain itu ada pula khimar, bentuk lain dari hijab namun biasanya berukuran lebih lebar hingga menutupi dada. Busana seperti merupakan pakaian tradisional yang dikenakan oleh wanita Iran terutama yang beragama Islam.

Kemudian ada niqab. Pakaian inilah yang oleh Pengadilan HAM Eropa dan Belgia dilarang penggunaannya di ruang publik. Berbeda dengan hijab dan khimar, niqab adalah jenis penutup kepala wanita muslim yang dilengkapi dengan cadar.

Selain menutup kepala hingga dada, niqab cadar akan menutupi sebagian wajah kecuali di bagian mata. Penggunaan niqab tersebar atas pengaruh wahabi Islam dari Arab Saudi.

Terakhir adalah burka. Burka merupakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh. Sebagian wanita muslim di Afganistan, Pakistan, dan India Utara mengenakan pakaian ini. Penggunaan burka juga wajib di bawah aturan Taliban. (AFP)


(MEL)