Dalai Lama Kecam Serangan terhadap Muslim Rohingya

Willy Haryono    •    Jumat, 16 Sep 2016 16:11 WIB
rohingya
Dalai Lama Kecam Serangan terhadap Muslim Rohingya
Dalai Lama dalam kunjungannya ke Strasbourg, Prancis, 15 September 2016. (Foto: AFP/PATRICK HERTZOG)

Metrotvnews.com, Strasbourg: Tokoh spiritual agama Budha Dalai Lama mengutuk serangkaian serangan terhadap etnis minoritas Muslim Rohingya di Myanmar. Ia menilai penindasan terhadap Rohingya adalah "perbuatan sekelompok individu yang tidak merepresentasikan agama Buddha."

"Saat pertama kali mendengar adanya biksu Budha yang menyakiti Muslim di Burma, saya sedang ada di Washington," ujar Dalai Lama, menggunakan nama lain dari Myanmar, dalam pertemuan Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Eropa di Strasbourg, Prancis, Kamis (15/9/2016). 

"Saya ingin memberi tahu pada biksu itu, bahwa saat Anda menghadapi masalah, tolong bayangkan wajah Budha. Jika Budha datang, dia pasti akan melindungi saudara-saudara Muslim kita," sambung dia, seperti dikutip kantor berita KUNA

Dalai Lama mengkritik pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, yang relatif diam mengenai masalah Rohingya. 

"Dia tetap diam selama ini. Sebagai peraih Penghargaan Nobel, seharusnya dia berbicara mengenai adanya ketidakadilan," tutur Dalai Lama.

Menurut Dalai Lama, setiap individu yang melakukan aksi kekerasan, baik itu Budha, Islam atau lainnya, bukanlah seorang penganut agama yang sesungguhnya. 

Terlahir dengan nama Lhamo Thondup, Dalai Lama ke-14 selama ini tinggal di India. Setelah terjadinya serangan teror di Amerika Serikat (AS) pada 2001, ia mengaku sering membela nama Islam dan memiliki banyak teman Muslim yang cinta damai dan berdedikasi terhadap ajaran agama. 


Bocah pengungsi Muslim Rohingya di sebuah penampungan di Aceh. (Foto: AFP)

Suu Kyi pernah mengatakan kepada PBB bahwa pemerintahannya tidak akan menggunakan istilah "Rohingya" untuk mendeskripsikan kelompok minoritas Muslim yang tinggal di wilayah barat laut. 

Pernyataan dilontarkan Suu Kyi setelah agensi hak asasi manusia PBB mengeluarkan sebuah laporan yang menyebut Rohingya telah kehilangan kewarganegaraan, mengalami diskriminasi secara sistematik serta sulit beraktivitas. Mereka juga menderita eksekusi dan penyiksaan yang semua kasusnya dapat berujung pada kejahatan terhadap kemanusiaan. 

Sekelompok orang berjumlah sekitar 1,1 juta, yang mengidentifikasi diri mereka sebagai Rohingya, dianggap banyak penganut agama Budha di Myanmar sebagai imigran gelap dari Bangladesh. Suu Kyi mengatakan Rohingya adalah isu sensitif di Myanmar. 


(WIL)