Catalonia Ancam Tarik Dukungan untuk Parlemen Spanyol

Arpan Rahman    •    Rabu, 03 Oct 2018 15:20 WIB
referendum catalonia
Catalonia Ancam Tarik Dukungan untuk Parlemen Spanyol
Presiden Catalonia Quim Torra. (Foto: AFP/PAU BARRENA)

Barcelona: Presiden Catalonia Quim Torra, Selasa 2 Oktober 2018, berencana menarik dukungan untuk parlemen Spanyol, kecuali jika Perdana Menteri Pedro Sanchez menawarkan rencana baru untuk kemerdekaan wilayah otonom tersebut pada akhir bulan ini.

Ia mengeluarkan ultimatum tersebut sehari setelah terjadi bentrok antara polisi dengan demonstran yang memperingati satu tahun referendum Catalonia. Spanyol menganggap referendum tersebut ilegal.

Baca: Ribuan Warga Catalonia Peringati Referendum Kemerdekaan

"Jika tidak ada mekanisme yang disepakati pada November, maka partai-partai pro kemerdekaan (Catalonia) tidak akan lagi menjamin stabilitas di parlemen Spanyol," kata Torra, seperti disitat dari kantor berita UPI.

Partai Pekerja Sosialis di bawah naungan PM Sanchez menduduki 84 dari 350 kursi di parlemen Spanyol. Pemerintah PM Sanchez ini bergantung pada partai-partai kecil untuk meloloskan berbagai undang-undang.

Juru bicara pemerintah Spanyol, Isabel Celaa, menanggapi ultimatum Torra. Ia menegaskan pemerintah tidak akan bisa dipaksa untuk menawarkan opsi kemerdekaan bagi Catalonia.

"Presiden Catalonia tidak perlu menunggu hingga November untuk menunggu jawaban. Kami memberikannya sekarang juga," kata Celaa, yang juga menjabat Menteri Pendidikan Spanyol.

Senin kemarin, Kepolisian Spanyol mengatakan sekitar 13 ribu orang berbaris melintasi ruas jalan di Barcelona dan berdemonstrasi sekitar dua jam.

Torra menyerukan para pengunjuk rasa untuk tetap setia "pada mandat kemerdekaan" dan "terus menekan" pemerintah. Ia merujuk pada 'mandat' hasil referendum yang memenangkan kubu separatis.



(WIL)