Kebakaran di Liverpool Hanguskan Ratusan Kendaraan

Willy Haryono    •    Senin, 01 Jan 2018 10:50 WIB
kebakaran
Kebakaran di Liverpool Hanguskan Ratusan Kendaraan
Kebakaran melanda gedung parkir dekat Echo Arena di Liverpool, Inggris, 31 Desember 2017. (Foto: AFP/PAUL ELLIS)

Liverpool: Kebakaran menghanguskan semua kendaraan yang ada di tempat parkir berkapasitas 1.600 kendaraan di dekat sebuah arena di Liverpool, Inggris, Minggu 31 Desember 2017 malam waktu setempat.

Acara Liverpool International Horse Show, yang bertempat di Echo Arena, dibatalkan karena terjadinya kebakaran. 

Tidak ada satu pun korban tewas maupun luka serius dalam kebakaran. Semua kuda yang akan berpartisipasi dalam acara juga selamat. 

"Investigasi awal mengindikasikan api dari sebuah mobil merembet ke mobil-mobil lainnya," ucap Kepolisian Merseyside, seperti dikutip AFP, Senin 1 Januari 2018.

"Kami meyakini semua kendaraan yang ada di tempat parkir itu sudah hangus. Kami menyarankan para pemiliknya untuk menghubungi perusahaan asuransi masing-masing," lanjutnya.

Sebanyak 12 truk pemadam kebakaran sudah dikirim untuk menjinakkan Si Jago Merah. 

Wali Kota Liverpool Joe Anderson mengatakan kebakaran bermula dari sebuah mobil 4WD di lantai tiga gedung parkir. Sekumpulan kuda yang ada di lantai pertama digiring ke arena. 

"Api dan asapnya sangat besar," kata Kevin Booth, 44, yang datang ke Echo Arena untuk menonton pertunjukan kuda. 

"Sangat mengerikan. Kami dapat mendengar suara kencang dari mobil-mobil yang meledak," sambung dia. 

Sebuah pusat penampungan dibuat bagi orang-orang yang tidak dapat pulang ke rumah karena kebakaran. Sejumlah relawan bersedia mengantarkan mereka yang telantar di lokasi kejadian. 

"Masyarakat Liverpool tidak pernah mengecewakan kami dengan kebaikan mereka. Semua orang sudah terakomodasi atau diantarkan pulang," kata Anderson. 


(WIL)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

1 day Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA