Rusia Tolak Percepat Perjanjian Damai dengan Jepang

Willy Haryono    •    Minggu, 17 Feb 2019 20:05 WIB
politik jepangrusia
Rusia Tolak Percepat Perjanjian Damai dengan Jepang
Menlu Rusia Sergey Lavrov (kiri) bersama Menlu Jepang Taro Kono di Moskow, 31 Juli 2018. (Foto: AFP/Yury Kadobnov)

Munich: Rusia menegaskan tidak memiliki target waktu untuk menyepakati perjanjian damai dengan Jepang. Pernyataan disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, usai dia dan Menlu Jepang Taro Kono berdiskusi di sela-sela konferensi pertahanan di Munich, Jerman, Sabtu 16 Februari.

Pernyataan Lavrov merupakan pukulan telak bagi Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, yang fokus bekerja keras agar perjanjian damai dengan Rusia bisa tercapai pada Juni mendatang saat Presiden Rusia Vladimir Putin berkunjung ke Tokyo.

"Kami tidak memiliki target waktu. Kami menjelaskan kepada Jepang secara tenang, bahwa belum ada hal apapun yang dapat dijadwalkan," ujar Lavrov, seperti dilansir dari laman Japan Times, Minggu 17 Februari 2019.

Konflik Jepang dan Rusia berkutat seputar deretan pulau kecil di perbatasan kedua negara. Sejak berakhirnya Perang Dunia II, kedua negara belum secara resmi berdamai.

Lavrov menekankan bahwa Jepang harus mengakui akuisisi empat pulau oleh Moskow yang terletak di lepas pantai Hokkaido. Ia menegaskan empat pulau itu adalah milik Rusia sebagai hasil dari berakhirnya PD II.

Sementara Kono menyebut keempat pulau itu secara ilegal disita Uni Soviet usai Negeri Sakura menyerah kepada pasukan sekutu pada 1945,

Kepada awak media, Kono menjelaskan bahwa diskusi perjanjian damai dengan Rusia tidak dapat diselesaikan dalam "semalam." Ia menilai kedua negara harus melanjutkan negosiasi dengan "sabar."

"Kami berdiskusi secara mendalam untuk mencari solusi yang dapat diterima kedua pihak," sebut Lavrov. "Kami bergerak maju, tapi tidak cepat," lanjut dia.

Kedua menteri sepakat melanjutkan diskusi di Jepang. Wakil Senior Menlu Jepang Takeo Mori dan Wakil Menlu Rusia Igor Morgulov akan bertemu untuk mendiskusikan jadwal pertemuan lanjutan.

Pertemuan di Munich merupakan lanjutan dari konferensi tingkat tinggi antara PM Abe dan Putin di Moskow pada Januari lalu. 

November lalu, PM Abe dan Putin sepakat mempercepat perjanjian damai kedua negara. Dalam diskusi itu, sempat muncul tawaran dari Putin mengenai penyerahan dua dari empat pulau sengketa kepada Jepang.

Baca: Jepang dan Rusia Diskusikan Percepatan Perjanjian Damai

Tapi sebelum ada penyerahan apapun, Putin berkukuh bahwa Tokyo harus terlebih dahulu mengakui kedaulata Moskow atas keempat pulau itu. 

"Tawaran Putin adalah perjanjian terbaik, tapi sekarang kelihatannya sudah tidak ada harapan lagi," kata Andrei Kortunov, kepala Dewan Urusan Internasional Rusia, sebuah grup riset yang didirikan Kremlin.


(WIL)


Pilpres AS, Sanders Mulai Kampanye di Brooklyn

Pilpres AS, Sanders Mulai Kampanye di Brooklyn

2 weeks Ago

Bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Bernie Sanders memulai kampanye di tempat…

BERITA LAINNYA