Rusia Tuduh Israel Ancam Penerbangan Sipil

Fajar Nugraha    •    Kamis, 27 Dec 2018 17:38 WIB
rusiaisrael
Rusia Tuduh Israel Ancam Penerbangan Sipil
Jet tempur Israel dianggap membahayakan penerbangan sipil Suriah. (Foto: AFP).

Moskow: Rusia bereaksi atas serangan Israel ke Suriah pada Selasa 25 Desember 2018. Kementerian Pertahanan Rusia menuduh jet tempur Israel menyerang pesawat sipil yang mendarat di Damaskus, Suriah dan Bandara Beirut, Lebanon.

Baca juga: Suriah Tembak 'Target Musuh' Dekat Damaskus.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov mengatakan,  enam jet tempur F-16 Israel menjatuhkan 16 bom udara GBU-39. 14 bom dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Suriah tetapi dua lainnya menghantam pusat logistik militer Suriah. Serangan itu melukai tiga orang prajurit.

“Tindakan provokatif Angkatan Udara Israel pada 25 Desember malam, ketika enam jet tempur F-16, saat di atas wilayah udara Lebanon dan menyerang Suriiah, telah menimbulkan ancaman langsung kepada dua penerbangan sipil,” ujar Konashenkov, seperti dikutip Anadolu, Kamis, 27 Desember 2018.

“Untuk mencegah tragedi, pengerahan sistem pertahanan udara Suriah dan sistem perang elektrik dibatasi. Hal tersebut memungkinkan pengatur lalu lintas udara Damaskus mengalihan pesawat sipil itu dari wilayah berbahaya dan mengirim pesawat itu ke Bandara Hmeimim,” imbuh Konashenkov.

Ini bukan pertama kalinya Israel melakukan tindakan serupa. Pada September, sebuah pesawat militer Rusia jenis Il-20 dihantam serangan sama dan menewaskan 15 prajurit di dalam pesawat.

Saat itu, pesawat jet F-16 milik Israel memasuki wilayah udara Suriah untuk menyerang target militer Suriah di Provinsi Latakia. Ketika sistem pertahanan udara Suriah merespons serangan, pesawat Israel bersembunyi di belakang pesawat Rusia yang kemudian ditembak rudal pertahanan Suriah.

Setelah peristiwa ini, Rusia yang menyalahkan Israel atas insiden, mengumumkan keputusannya menyediakan Damaskus dengan sistem pertahanan lebih canggih, S-300.


(FJR)