Rusia Kecam Sanksi AS terhadap Perusahaan Minyak Venezuela

Willy Haryono    •    Selasa, 29 Jan 2019 18:01 WIB
amerika serikatvenezuelarusia
Rusia Kecam Sanksi AS terhadap Perusahaan Minyak Venezuela
Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) bersama juru bicaranya, Dmitry Peskov (tengah) dan PM Dmitry Medvedev di Sochi, 18 Mei 2018. (Foto: AFP/MIKHAIL KLIMENTYEV)

Moskow: Rusia mengecam penjatuhan sanksi "ilegal" oleh Amerika Serikat terhadap perusahaan minyak nasional Venezuela. Menurut Moskow, AS sebenarnya hanya ingin menyerang Presiden Nicolas Maduro lewat serangkaian sanksi tersebut.

"Pemerintahan sah di Venezuela telah menganggap sanksi tersebut ilegal. Kami mendukung penuh pandangan tersebut," ungkap juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada awak media di Moskow, seperti disitat dari media AFP, Selasa 29 Januari 2019.

Menurut Kementerian Keuangan AS, penjatuhan sanksi terhadap perusahaan PDVSA bertujuan "mengubah perilaku" pemerintah Venezuela saat ini. Pekan kemarin, Washington mengakui tokok oposisi Venezuela Juan Guaido sebagai presiden interim pengganti Maduro.

"Serangkaian sanksi itu adalah intervensi berlebihan terhadap urusan dalam negeri Venezuela," sebut Peskov.

Baca: AS Jatuhkan Sanksi ke Perusahaan Minyak Venezuela

Sementara Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menilai sanksi terbaru AS terhadap Venezuela "melanggar semua norma-norma internasional." Ia juga menganggap AS selama ini memang berusaha mendorong adanya penggantian rezim di Venezuela.

"AS secara terbuka telah melakukan langkah ilegal menuju perubahan rezim," kata Lavrov. "Kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk mendukung pemerintahan sah dari Presiden Maduro," lanjutnya.

Sementara itu, Maduro bertekad membalas penjatuhan sanksi AS. Saya telah memberikan instruksi spesifik kepada kepada KDVSA untuk meluncurkan aksi politik serta hukum di AS dan pengadilan internasional demi melindungi aset Citgo," ucap Maduro dalam pidato di televisi. Citgo adalah anak perusahaan PDVSA yang berlokasi di AS.

"Mereka (AS) berusaha mencuri Citgo dari kita, warga Venezuela. Waspadalah!" ungkap Maduro dalam upacara penyambutan para diplomat yang ditarik dari Washington.


(WIL)