UE Sediakan Rp5,2 Triliun untuk Masalah Sampah Laut

Willy Haryono    •    Senin, 29 Oct 2018 17:35 WIB
Our Ocean Conference 2018
UE Sediakan Rp5,2 Triliun untuk Masalah Sampah Laut
Komisioner UE untuk urusan Lingkungan, Kelautan dan Perikanan, Karmenu Vella di Nusa Dua, Bali, 29 Oktober 2018. (Foto: ANTARA FOTO/media OOC 2018/Rivan Awal Lingga/tom.)

Nusa Dua: Uni Eropa (UE) membuat 23 komitmen baru dalam bidang tata kelola laut yang baik di konferensi Our Ocean Conference (OOC) di Nusa Dua, Bali, Senin 29 Oktober 2018.

Salah satu komitmen itu adalah dukungan pendanaan senilai 300 juta euro (setara Rp5,2 triliun), termasuk untuk program-program penanganan sampah plastik, mendorong ekonomi biru yang lebih berkelanjutan, serta meningkatkan kegiatan riset dan pengawasan kelautan. 

Kontribusi sebelumnya dari UE, senilai lebih dari 550 juta euro, telah disampaikan dalam OOC 2017 di Malta.

"Kondisi lautan kita begitu mendesak dan membutuhkan aksi global yang tegas. Melalui 23 komitmen barunya, Uni Eropa terus melanjutkan upaya manajemen lautan yang berkelanjutan untuk memastikan keamanan dan kebersihannya. Tidak satu pun negara dapat berhasil melakukan hal ini sendiri. Perjuangan ini membutuhkan keteguhan, konsistensi dan kerjasama, antar dan di luar Uni Eropa, dan dalam semangat inilah hari ini kami memperbarui komitmen dalam melindungi lautan kita," ucap Perwakilan Tinggi / Wakil Presiden UE Federica Mogherini. 

Hal senada disampaikan Komisioner UE untuk urusan Lingkungan, Kelautan dan Perikanan, Karmenu Vella. "Kita semua membutuhkan lautan dan lautan membutuhkan kita. Kita harus segera mengurangi sampah laut dan sumber-sumber polusi lainnya, menghentikan penangkapan ikan ilegal dan mendukung ekosistem laut yang rapuh," ungkap dia.

"Kita perlu memantapkan ekonomi biru – melalui penciptaan pekerjaan dan pertumbuhan yang berkelanjutan – didukung penelitian yang canggih dan teknologi mutakhir. Berdasarkan alasan inilah kami memandang perlu lahirnya komitmen-komitmen tersebut," lanjut Vella.

23 Komitmen Baru untuk Our Ocean

Dalam OOC 2018, UE mengukuhkan 23 komitmen baru untuk meningkatkan kondisi lautan dan mengelola potensinya. Hal tersebut termasuk penyediaan 100 juta euro bagi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) dalam rangka penanganan polusi sampah plastik, dan alokasi dana sebesar 82 juta untuk kegiatan riset laut dan kelautan – termasuk kajian seputar ekosistem, pemetaan dasar laut dan pengembangan sistem akuakultur yang inovatif. 

Komitmen baru UE ini juga hadir dalam bentuk investasi senilai 18,4 juta euro untuk menciptakan ekonomi biru Eropa – yaitu sektor ekonomi yang bertumpu pada lautan dan berbagai sumberdayanya – yang lebih berkelanjutan.

Demonstrasi program observasi bumi yang diinisiasi UE dan diberi nama Copernicus, menjadi salah satu hal yang dipromosikan dalam daftar komitmen baru tersebut. Dukungan bagi program tersebut akan ditingkatkan dengan tambahan dana sebesar 12,9 juta euro bagi keamanan kelautan dan riset-riset yang didedikasikan untuk layanan lingkungan pesisir. 

Dukungan tersebut di luar dana sebesar 27 juta dollar yang telah diberikan kepada Copernicus saat OOC 2017. Sistem Pengawasan Maritim Copernicus secara strategis menopang berbagai komitmen UE untuk memperkuat keamanan dan penegakan hukum kelautan.

Komisioner untuk Pasar Dalam Negeri, Industri, Kewirausahaan dan Usaha Kecil Menengah (UKM) El?bieta Bie?kowska mengatakan, "Observasi bumi membantu warga di seluruh dunia untuk melawan perubahan iklim, memonitor ekonomi biru dan polusi lautan atau untuk menangani bencana alam. Saya bangga menyebutkan bahwa Copernicus adalah proyek luar angkasa unggulan UE. 

"Inisiatif ini, secara berhasil dan mengesankan, telah membantu Negara-Negara Anggota UE dalam menjaga laut yang aman, bersih dan stabil secara lingkungan hidup," kata Bienskowska.

UE tidak hanya beraksi dalam lingkungannya saja, namun juga secara global. Sebagai salah satu wujud komitmennya, UE bergabung dengan Program Lingkungan Persatuan Bangsa-Bangsa dan mitra-mitra internasional lainnya dalam membentuk koalisi akuarium dalam memerangi polusi plastik. 

Sampah lautan di Asia Tenggara, khususnya di Tiongkok, Indonesia, Jepang, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam akan ditangani melalui berbagai proyek yang didukung dana sebesar 9 juta euro dari UE. Di samping itu, masih terdapat dana sebesar 7 juta euro yang dialokasikan bagi perlindungan ekosistem laut yang ada di kawasan tersebut.

Pembuktian Komitmen

Dua tahun lebih awal dari tenggat waktu yang semula ditetapkan, 10 persen dari seluruh perairan di UE secara khusus telah dijadikan sebagai Kawasan Perlindungan Laut. Melalui manajemen yang efektif, cukupnya dukungan dana dan penegakan Kawasan Perlindungan Laut yang intensif, UE dapat menikmati manfaat konservasi dan ekonomi secara sekaligus.

OOC 2017 di Malta telah menjadi momen perubahan, yang mendorong pendanaan dan menggerakkan aksi hingga ke skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. UE, pada kesempatan tersebut, juga telah berhasil mewujudkan hampir separuh dari 35 komitmen yang dicanangkannya di tahun sebelumnya, dimana nilai upayanya setara dengan 300 juta euro.

UE saat ini bekerja bersama Indonesia dan negara-negara tuan rumah lainnya di masa depan untuk menjaga momentum menuju lautan yang lebih bersih dan aman.


(WIL)