Uni Eropa Ingatkan Erdogan untuk Hindari Retorika Keras

Willy Haryono    •    Selasa, 14 Mar 2017 17:31 WIB
protes belanda
Uni Eropa Ingatkan Erdogan untuk Hindari Retorika Keras
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Brussels: Uni Eropa mengingatkan Presiden Recep Tayyip Erdogan untuk menghindari retorika kontroversial yang dapat memperburuk hubungan Turki dengan Belanda. 

Kedua negara bersitegang setelah Belanda melarang kedatangan dua menteri asal Turki yang hendak menggelar acara terkait referendum pada April mendatang. 

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini dan Komisioner Johannes Hahn menyerukan Turki untuk "menahan diri dalam memberikan pernyataan berlebihan dan mengambil tindakan yang dapat memperburuk krisis."

"Sangat penting untuk menghindari ekskalasi selanjutnya dan mencari cara meredakan situasi," ucap pernyataan keduanya, seperti dikutip AFP, Senin 13 Maret 2017. 

Kepala NATO Jens Stoltenberg juga mendesak Turki dan negara sekutu lainnya untuk menunjukkan "rasa hormat, bersikap tenang dan mengambil langkah yang diperlukan untuk meredakan ketegangan."

Belanda marah setelah Erdogan menyebut Negeri Kincir Angin sebagai sisa-sisa dari kelompok Nazi Jerman. Perdana Menteri Belanda Mark Rutte meminta Turki untuk mencabut ucapannya dan meminta maaf. 

Kementerian Luar Negeri Turki telah memanggil utusan Belanda untuk Ankara, dan menyerahkan dua nota protes terpisah. Sementara Belanda mengeluarkan travel warning kepada warga Belanda di Turki, dan menyerukan agar mereka semua "tetap waspada di seantero Turki."

Dua menteri asal Turki awalnya hendak datang ke Rotterdam untuk mengisi acara kampanye mengenai referendum pada 16 April. Referendum itu akan menentukan apakah kekuasaan seorang presiden di Turki akan diperluas atau tidak. 

Saat ini ada sekitar 400 ribu orang asal Turki yang tinggal di Belanda.


(WIL)