Eropa Mencari Kepastian Tentang Trump Melalui Obama

Arpan Rahman    •    Jumat, 18 Nov 2016 19:55 WIB
pemilu as
Eropa Mencari Kepastian Tentang Trump Melalui Obama
Presiden Barack Obama dan para pemimpin negara Eropa (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Berlin: Para pemimpin Eropa menuju ke Berlin, Jumat 18 November. Mereka ingin mendapat kepastian dari Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama tentang haluan politik yang mungkin diarahkan Donald Trump nanti. Mungkin semuanya was was mengingat janji sang maestro populis untuk menggoyang tatanan dunia.
 
Kekecewaan atas terpilihnya Trump telah mengguncang saraf Eropa, karena ia mempertanyakan perisai keamanan selama hampir 70 tahun untuk sekutu-sekutu AS di bawah NATO. Belum lagi sumpahnya hendak menarik diri dari perundingan alot soal iklim dan program nuklir Iran.
 
Menurut AFP, Jumat (18/11/2016), sifat ramahnya ke arah Presiden Rusia Vladimir Putin juga menimbulkan pertanyaan tentang sikap Trump dalam dua hal: dukungan Moskow untuk Presiden Bashar al-Assad dalam perang Suriah serta peran Rusia dalam konflik di timur Ukraina.


Presiden Barack Obama bersama para pemimpin Eropa (Foto: AFP).
 
 
Menjelang pembicaraan, Obama terdengar bernada optimis penuh waspada bahwa Trump bisa mengubah posisinya setelah ia mengambil peran sebagai presiden.
 
"Ada sesuatu tentang tanggung jawab resmi jabatan, yang memaksa Anda untuk fokus, yang menuntut keseriusan," kata Obama pada konferensi pers setelah pertemuan dengan tuan rumah Kanselir Jerman Angela Merkel.
 
"Dan jika Anda tidak serius bekerja, maka Anda mungkin tidak akan bertahan lama. Karena itu akan membuat masalah," tambahnya.
 
Namun Obama juga menekankan pentingnya Eropa bersatu, dan mendesak blok itu untuk tidak menerima begitu saja hubungan transatlantik yang telah dibangun selama puluhan tahun.
 
"Uni Eropa tetap menjadi salah satu prestasi politik dan ekonomi besar dunia, dan pencapaian itu tidak harus diserahkan sebagai jaminan," katanya.
 
Eropa tetap bersatu
 
Pertemuan Jumat antara Obama dan para pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, Italia, dan Spanyol adalah yang pertama dengan format tersebut sejak terpilihnya Trump.
 
"Pertemuan ini akan memungkinkan pertukaran pandangan secara terbuka dan informal pada isu-isu utama internasional," kata pihak pemerintah Prancis dalam sebuah pernyataan. Seraya menunjuk topik hangat seperti pertempuran koalisi pimpinan AS melawan organisasi Islamic State (ISIS) di Suriah dan Irak serta krisis migran Eropa.
Presiden Barack Obama dengan Kanselir Jerman Angela Merkel (Foto: AFP).
 
 
Mengutip konflik di Suriah dan Ukraina, Obama menekankan bahwa ia berharap Trump, yang telah menyuarakan kekagumannya pada Presiden Vladimir Putin, "bersedia menghadapi Rusia karena mereka menyimpang dari nilai-nilai dan norma-norma internasional."
 
Ia menyebut Rusia negara adidaya militer dengan "pengaruh di seluruh dunia". Tetapi memperingatkan Trump agar melawan godaan untuk "mematahkan beberapa penawaran dengan Rusia" yang menyakiti negara-negara kecil karena tampak "mudah saat ini."
 
Namun pembicaraan di Berlin juga berlangsung saat Uni Eropa menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni terancam perpecahan.
 
Perdana Menteri Inggris Theresa May, telah mengejutkan dunia ketika memutuskan keluar dari Uni Eropa, terus-menerus menjadi pembicaraan akibat masalah ini, di sela-sela pertemuan Obama dengan Merkel.
 
Presiden Prancis Francois Hollande bergulat dengan popularitas yang menurun jelang pemilu Mei mendatang, hingga dapat membuat pemimpin sayap kanan Marine Le Pen mencapai putaran kedua pemungutan suara, atau bahkan menang langsung.
 
Dan Perdana Menteri Italia Matteo Renzi dan PM Spanyol Mario Rajoy sedang berjuang dalam kesengsaraan utang negara mereka.
 
Tapi Obama mendesak para pihak untuk fokus pada semua urusan. Sembari mencatat bahwa "prestasi yang telah kita lihat di benua ini kontras dengan Eropa yang terpecah-belah di abad sebelumnya, yang akan mengingatkan kita betapa pentingnya bekerja bersama-sama."
 
Menghadapi kemungkinan negosiasi berjalan alot dengan Uni Eropa setelah Brexit, Obama menyerukan Brussels dan London supaya bekerja ke arah hubungan masa depan yang "melestarikan sedekat mungkin hubungan ekonomi, politik, dan keamanan antara Inggris dan Uni Eropa".
 
Merkel memikul beban 
 
Pilihan Obama datang ke Berlin sebagai tur perpisahan Eropa-nya telah ditafsirkan oleh beberapa pengamat sebagai diserahkannya tongkat pertahanan demokrasi liberal untuk Merkel.
 
Kepergiannya menemui pemimpin negara yang pernah mengambil pelajaran dari AS soal kebebasan sipil, dibubuhi pesan ucapan selamat Merkel untuk Trump soal ikatan kerja sama dengan nilai-nilai umum demokrasi.
 
Memberi dukungan tegas bagi Merkel sebelum Kanselir itu mengumumkan akan mencalonkan diri lagi untuk jabatan keempatnya dalam pemilu tahun depan, Obama mengakui bahwa Merkel akan memikul beban internasional yang berat.
 
"Saya berharap bisa meringankan dirinya, ikut memikul juga walau sedikit. Tapi dia kuat," kata Obama, dalam kunjungan resmi keenamnya ke Jerman.



(FJR)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA