Oposisi Inggris Kecam Barat yang Dukung Kekerasan Israel

Fajar Nugraha    •    Rabu, 06 Jun 2018 14:19 WIB
palestinapalestina israel
Oposisi Inggris Kecam Barat yang Dukung Kekerasan Israel
Tokoh oposisi Inggris yang juga pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn (Foto: AFP).

London: Pemimpin Partai Buruh Inggris Jeremy Corbyn mengecam pembunuhan yang dilakukan pasukan Israel terhadap petugas medis Palestina Razan Al-Najjar di Gaza.
 
Baca juga: Kepedihan Teramat Dalam dari Ibunda Razan al-Najjar.
 
Melalu akun Facebooknya, politikus berusia 69 tahun itu mengecam pembunuhan terhadap perempuan yang menjadi relawan Palestine Medical Aid Society itu. Razan tewas diterjang peluru pasukan Israel pada Jumat 1 Juni lalu.
 
"Saya mengecam pembunuhan warga tidak berdosa oleh militer Israel di Gaza dan negara itu (Israel) telah mempromosikan kebrutalan yang luas," ujar Corbyn dalam pernyataannya, seperti dikutip Prensa Latina, Rabu 6 Juni 2018.
 
"Sikap diam kekuatan Barat, termasuk Inggris sendiri, merupakan bentuk terburuk dalam mendukung kejahatan ini. Jelas sikap tersebut sangat memalukan," tuturnya.

 
Petugas medis Palestina Razan al-Najjar yang tewas ditembak pasukan Israel (Foto: Palestine al-Yawm News).


Menurut Corbyn, negara Barat tidak sepantasnya bersikap tenang di saat pembunuhan dan penyiksaan tengah terjadi. Setiap pihak harus bertindak mengakhiri penderitaan dan pelanggaran HAM warga Palestina yang terjadi setiap hari.
 
Corbyn kemudian mengomentari keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan Kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.
 
"Keputusan Presiden AS Donald Trump memindahkan kedubesnya adalah sebuah pelanggaran serius dari perjanjian internasional," tegas Corbyn.
 
Kritikan Corbyn kepada Pemerintah Inggris dilanjutkan dengan sikapnya yang meminta semua pihak mengawasi langkah pemerintah. Ini termasuk juga desakannya agar mengkaji penjualan senjata Inggris ke Israel.
 
"Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Inggris harus menjamin rampungnya penyelidikan independen atas kejadian di Gaza. Selain itu, Inggris harus mendahulukan tindakan efektif demi mencegah peristiwa serupa terjadi," jelasnya.
 
Baca juga: Dunia Tak Pantas Diam Sikapi Pembunuhan Razan al-Najjar.
 
Razan al-Najjar tewas saat membantu warga Gaza yang terkena tembakan gas air mata ketika terjadi protes di perbatasan dengan Israel. Razan diyakini tewas oleh tembakan penembak jitu Negara Yahudi tersebut.
 
Masih belum diketahui bagaimana operasi penyeledikan independen yang dilakukan oleh pihak Israel atas insiden berdarah itu.


(FJR)


Kontroversi Jaket Ibu Negara AS saat Kunjungi Detensi Imigrasi

Kontroversi Jaket Ibu Negara AS saat Kunjungi Detensi Imigrasi

11 hours Ago

Melania Trump mengejutkan dunia dengan mengunjungi migran anak di perbatasan Amerika Serikat (AS)-Meksiko…

BERITA LAINNYA