Wakil Khusus HAM Uni Eropa Nilai Keadaan Rakhine Tak Bisa Diterima

Sonya Michaella    •    Jumat, 24 Nov 2017 12:28 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingyaindonesia-uni eropa
Wakil Khusus HAM Uni Eropa Nilai Keadaan Rakhine Tak Bisa Diterima
Perwakilan Khusus Uni Eropa untuk Hak Asasi Manusia Stavros Lambrinidis (Foto: Sonya Michaella).

Jakarta: Perwakilan Khusus Uni Eropa untuk Hak Asasi Manusia Stavros Lambrinidis mengatakan bahwa keadaan di Rakhine State, Myanmar, saat ini sangat memprihatinkan dan tidak dapat diterima.
 
"Situasi di Rakhine tidak dapat diterima. Kekerasan di sana harus secepatnya berhenti," kata Lambrinidis ketika ditemui di Pusat Kebudayaan Italia, Jumat 24 November 2017.
 
"Rohingya yang sudah melarikan diri ke Bangladesh harus segera dikembalikan ke tempat asalnya, begitupun warga lain yang terpaksa keluar dari Rakhine," ucap dia.

(Baca: Uni Eropa Apresiasi Gerak Indonesia dalam Bantu Rakhine).

Selain itu, lanjutnya, ekonomi inklusif Rakhine juga harus diperhatikan dan terus dibangun. Ekonomi Rakhine sangat akan mempengaruhi jika nantinya Rakhine telah berhasil dibangun kembali.
 
"Dengan kata lain, untuk membangun Rakhine kembali, salah satu jalan adalah melakukan rekomendasi Kofi Annan. Itu harus," ungkap Lambrinidis lagi.
 
"Tidak memungkiri bahwa Myanmar harus memberi izin Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk boleh masuk ke sana," tegas dia.
 
Lambrinidis menambahkan, Menteri Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini pun telah mengunjungi Myanmar dua hari yang lalu sebagai bentuk perhatian dan keprihatinan Uni Eropa terhadap krisis kemanusiaan tersebut.
 
Mogherini juga menyempatkan diri untuk mengunjungi Cox’s Bazar, Bangladesh, di mana banyak pengungsi Rohingya sementara ditempatkan di lokasi itu. 

(FJR)