Rompi Kuning Kembali ke Jalanan untuk Menentang Macron

Arpan Rahman    •    Minggu, 27 Jan 2019 16:10 WIB
prancisEmmanuel Macron
Rompi Kuning Kembali ke Jalanan untuk Menentang Macron
Unjuk rasa rompi kuning di Paris, Prancis, 26 Januari 2019. (Foto: AFP/ALAIN JOCARD)

Paris: Ribuan pengunjuk rasa "rompi kuning" kembali turun ke jalanan Prancis pada akhir pekan untuk memprotes sejumlah kebijakan Presiden Emmanuel Macron. Demonstran juga kembali bentrok dengan aparat keamanan di beberapa kota besar, termasuk Paris.

Polisi menembakkan gas air mata dan meriam air untuk meredam aksi pedemo di Palce de la Bastille di Paris, salah satu lokasi reguler demonstrasi sejak tahun lalu. Sejumlah rompi kuning terlihat melempari batu ke arah petugas dari sebuah gedung.

Seperti dikutip dari laman AFP, Minggu 27 Januari 2019, otoritas Paris melaporkan adanya 223 penangkapan dalam unjuk rasa pekan kesebelas ini. Kementerian Dalam Negeri Prancis mengestimasi jumlah demonstran kali ini mencapai 69 ribu di seantero negeri. Pekan kemarin, jumlahnya 84 ribu.

Unjuk rasa rompi kuning dimulai pertengahan November 2018, yang awalnya hanya mengecam rencana penaikan pajak bahan bakar minyak. Namun setelah pemerintah membatalkan rencana itu, aksi protes tetap berlanjut dan meluas menjadi pengecaman terhadap berbagai kebijakan lain.

Beberapa pekan kemudian, unjuk rasa bahkan menyerukan agar Macron mundur dari jabatannya. Macron merespons dengan menggelar debat nasional untuk mendengarkan aspirasi warga, dengan harapan keribuan rompi kuning ini dapat segera berakhir.

Namun hingga kini, belum terlihat tanda-tanda gerakan rompi kuning akan berakhir. Selain di Paris, unjuk rasa berujung bentrok juga terjadi di Nantes dan Montpellier, di mana seorang polisi dilaporkan terluka akibat terkena serangan pedemo.

Melalui Twitter, Mendagri Prancis Christophe Castaner mengecam ada banyaknya "perusuh yang menyamar menjadi demonstran rompi kuning" di Prancis.

Baca: Macron Ingin Redam Rompi Kuning Lewat Debat Nasional


(WIL)