Turki Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Mitra NATO

Sonya Michaella    •    Kamis, 16 Mar 2017 12:11 WIB
turkiprotes belanda
Turki Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Mitra NATO
Turki tangguhkan kerja militer dengan mitra NATO. (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Ankara: Turki telah menangguhkan sejumlah pelatihan militer dengan negara-negara mitra NATO, sehubungan dengan meningkatnya ketegangan antara Turki dan beberapa negara Eropa lainnya, seperti Belanda, Austria dan Jerman.

Turki tidak segera memberi tanggapan atas kabar ini, namun sumber anonim dari pemerintahan Turki mengatakan, kerja sama politik, proyek sipil dan pelatihan militer ditangguhkan untuk sementara.

Dilansir Reuters, Kamis 16 Maret 2017, Turki berang kepada beberapa negara Eropa karena negara-negara tersebut melarang Turki untuk berkampanye terkait dengan referendum Turki di mana Presiden Recep Tayyip Erdogan sedang mencari dukungan dari warga Turki yang tinggal di negara-negara Eropa.

Seorang pejabat dari NATO menegaskan, Turki tak bisa begitu saja memutuskan hubungan kerja sama militer dengan negara-negara anggota NATO.

"Kami menyesalkan atas situasi saat ini menjadi dampak pada semua program kerja sama kami dengan mitra kami. Kami berharap Turki dan negara-negara mitra kami bisa memecahkan masalah ini," kata pejabat NATO tesebut.

Ia pun mengatakan, tindakan Turki tersebut seolah-olah ditujukan kepada Austria, yang bukan merupakan anggota dari aliansi tapi merupakan negara mitra.

Kementerian Pertahanan Austria, ketika dikonfirmasi, mengatakan bahwa tidak ada dampak langsung pada tindakan Turki tersebut.

"Tapi mungkin ada dampak panjang misalnya untuk persiapan misi di Kosovo karena ada program latihan bersama," tutur pejabat Kemenhan Austria.

"Masalahnya adalah masalah politik. Kami berharap situasi akan tenang setelah referendum," lanjut dia.

Ketegangan antara Turki dan Belanda dimulai saat dua menteri Ankara hendak datang ke kota Rotterdam. Di sana, keduanya berencana mengisi acara kampanye bersama sekitar 400 ribu orang asal Turki menjelang referendum pada April mendatang.

Referendum akan menentukan apakah kekuasaan seorang presiden di Turki diperluas atau tidak. Belanda tidak mengizinkan acara semacam itu karena berpotensi mengganggu ketertiban umum.

 


(WAH)

Polisi Inggris Rilis Foto Penyerang Westminster

Polisi Inggris Rilis Foto Penyerang Westminster

20 hours Ago

Khalid Masood, warga Inggris 52 tahun dengan riwayat pelanggaran kekerasan tapi diyakini bukan…

BERITA LAINNYA