Kematian Jamal Khashoggi

PBB Serukan Kembali Investigasi Independen Kasus Khashoggi

Arpan Rahman    •    Sabtu, 05 Jan 2019 18:08 WIB
Jamal Khashoggi
PBB Serukan Kembali Investigasi Independen Kasus Khashoggi
Demonstran membawa foto Jamal Khashoggi. (Foto: AFP)

Jenewa: Agensi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa mengaku sulit memeriksa adil atau tidaknya proses persidangan kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi yang dilakukan di Arab Saudi. Menurut PBB, persidangan di Riyadh "tidak cukup" untuk mengungkap seluruh fakta di balik kematian Khashoggi.

Khashoggi tewas dibunuh di konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober. Saudi telah mendakwa sebelas orang dalam kasus tersebut. 

Juru bicara Agensi HAM PBB Ravina Shamdasani menyerukan kembali adanya investigasi independen kasus Khashoggi dengan "melibatkan pihak internasional."

Seperti dinukil dari media Al Jazeera, Sabtu 5 Januari 2019, Pernyataan disampaikan satu hari usai persidangan 11 terdakwa dibuka di Riyadh pada Kamis kemarin.

Seorang jaksa Saudi mengejar vonis mati untuk lima dari sebelas terdakwa tersebut. Shamdasani menegaskan PBB "menentang penjatuhan vonis mati" terhadap kelima terdakwa. 

Sejumlah grup HAM juga menyerukan adanya investigasi independen dalam kasus Khashoggi. "Karena adanya kemungkinan keterlibatan Saudi dalam pembunuhan Khashoggi dan kurang independennya sistem pengadian Saudi, maka proses investigasi da persidangan yang bersifat imparsial dipertanyakan," ujar Samah Hadid, direktur Amnesty International Timur Tengah.

"Inilah mengapa investigasi independen yang dipimpin PBB diperlukan," lanjut dia.

Baca: Saudi Tolak Permohonan Ekstradisi Terdakwa Kasus Khashoggi

Dalam kasus Khashoggi, sejumlah pihak mencurigai Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman sebagai sosok pemberi perintah. Agensi Intelijen Pusat Amerika Serikat atau CIA bahkan disebut telah menyimpukan bahwa Pangeran Mohammed, atau disingkat MBS, adalah yang memerintahkan pembunuhan Khashoggi.

Namun pengadilan Saudi menegaskan MBS tidak terlibat. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan beberapa petinggi Washington lainnya juga mengatakan bahwa tidak ada bukti langsung yang dapat mengaitkan MBS dengan kematian Khashoggi.


(WIL)