Atasi Global Warming, Eropa Ajak RI Implementasikan Perjanjian Paris

Sonya Michaella    •    Selasa, 13 Sep 2016 15:52 WIB
perubahan iklim
Atasi <i>Global Warming</i>, Eropa Ajak RI Implementasikan Perjanjian Paris
Uni Eropa ajak Indonesia atasi perubahan iklim (Foto: Sonya Michaell/MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Promosi upaya memerangi perubahan iklim tampaknya benar-benar dilakukan secara gencar oleh Uni Eropa (UE) dan negara anggotanya.
 
Promosi ini adalah sebagai tindak lanjut dari kesuksesan KTT Perubahan Iklim di Paris (COP 21) pada Desember 2015 lalu dan untuk menyambut KTT Perubahan Iklim di Maroko (COP 22), Desember mendatang.
 
"Uni Eropa berkomitmen penuh dalam mengimplementasikan Perjanjian Paris dan kami ingin mendorong seluruh negara anggota G20 untuk melakukan hal yang sama. Kami juga senang bahwa Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok sudah meratifikasi perjanjian tersebut," kata Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Corrine Breuze di Institut Francais Indonesia, kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (13/9/2016).
 
AS dan Tiongkok adalah penyumbang emisi karbon terbesar di dunia. "Kami juga mengkomunikasikan kepada masyarakat Indonesia untuk memerangi perubahan iklim," lanjutnya.


Uni Eropa ingin Indonesia implementasikan hasil pertemuan COP 21 (Foto: Sonya Michaella/MTVN)
 
Ia berharap, Indonesia sebagai anggota G20 juga ikut menangani permasalahan ini dengan serius. Senada dengan Dubes Breuze, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Guerend juga mengajak masyarakat Indonesia untuk memerangi pemanasan global.
 
"Kami berkomitmen untuk berbagi pengalaman dan kami mendukung Indonesia dalam upaya-upayanya. Proses ratifikasi Perjanjian Paris sedang berlangsung di Uni Eropa dan akan selesai sesegera mungkin," katanya.
 
Indonesia dianggap sebagai negara yang bekerja penuh dalam memerangi global warming atau perubahan iklim di dunia. Dikatakan, Perjanjian Paris bukan sebagai hasil, melainkan sebagai awal menuju dunia yang sungguh-sungguh bebas karbon yang sudah disepakati di Paris, Desember 2015 lalu.
 
Maroko, yang menjadi tuan rumah COP 22 mendatang juga menyatakan siap untuk menyelenggarakan KTT yang akan dihadiri lebih dari 20 negara ini.

Pekan Diplomasi Iklim ini diselenggarakan Uni Eropa bersama Prancis, Jerman, Belanda, Inggris, Denmark, dan Swedia. Hadir pula Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI, Siti Nurbaya Bakar dan Konsuler Kedutaan Besar Maroko di Indonesia, Zakaria Rifki.

(FJR)

Hillary Clinton Janjikan Biaya Kuliah Gratis

Hillary Clinton Janjikan Biaya Kuliah Gratis

13 hours Ago

Dalam kampanyenya bersama Bernie Sanders, Calon Presiden Amerika Serikat Hillary Clinton menyatakan…

BERITA LAINNYA