Kota New York Dilanda Teror, PM Inggris Ungkap Simpati

Arpan Rahman    •    Rabu, 01 Nov 2017 14:49 WIB
amerika serikatpenyerangan
Kota New York Dilanda Teror, PM Inggris Ungkap Simpati
Perdana Menteri Inggris Theresa May (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, London: Perdana Menteri Theresa May mengatakan Inggris berdiri bersama New York City, menyusul serangan teror yang menewaskan delapan orang. Korban tewas diketahui lima warga Argentina dan seorang berkebangsaan Belgia.
 
Lebih dari selusin korban lainnya terluka dalam insiden tersebut, saat sebuah truk ngebut di jalan dekat lokasi peringatan 9/11 di Manhattan, pada Selasa 31 Oktober.
 
 
Pengemudi, yang telah diidentifikasi sebagai Sayfullo Saipov, 29, oleh petugas penegak hukum, ditembak polisi ketika melompat keluar dari kendaraan sewaan dengan membawa dua senjata api palsu. Dia dibawa ke rumah sakit dan berada dalam tahanan polisi.
 
May mencuit bahwa dia "terkejut dengan serangan pengecut ini." Menambahkan: "Bela sungkawa saya atas kejadian ini, bersama-sama kita akan mengalahkan kejahatan terorisme, Inggris beserta #NYC."
 
Wali Kota London Sadiq Khan memberi penghormatan kepada para korban, dengan mengatakan: "London turut berduka dan bersolidaritas dengan kota besar New York malam ini setelah serangan teroris yang keji dan pengecut di Manhattan."
 
Sementara pemimpin Partai Buruh, Jeremy Corbyn menulis tweet: "Sejumlah laporan mengerikan tentang hilangnya nyawa dalam serangan teror NYC."
 
"Perasaan dan solidaritas saya ada beserta siapapun yang terkena dampak, para keluarga, dan layanan darurat yang bertugas," bubuhnya seperti dikutip Telegraph, Rabu 1 November 2017.
 
 
Menteri Luar Negeri Boris Johnson menuliskan: "Inggris berdiri bersama rekan-rekan kami di Amerika Serikat setelah serangan #NYC yang mengerikan. Perasaan saya bersama semua warga. Kita tidak akan menyerah pada teror."
 
Dalam sebuah pernyataan Presiden AS Donald Trump memuji tindakan tanggap darurat dan men-tweet bahwa insiden tersebut "terlihat seperti serangan oleh orang yang sangat sakit dan gila".
 
Dia katakan penegakan hukum "mengikuti" serangan tersebut dengan ketat dan menambahkan: "TIDAK DI AS!"
 
Presiden Trump juga mencuit: "Kita tidak boleh membiarkan ISIS kembali, atau masuk, negara kita telah mengalahkan mereka di Timur Tengah dan tempat lain. Cukup sudah!"
 
Belum ada kelompok teroris yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.



(FJR)