Penahanan Pejabat Catalonia Memicu Protes Massal di Barcelona

Fajar Nugraha    •    Jumat, 03 Nov 2017 12:52 WIB
referendum catalonia
Penahanan Pejabat Catalonia Memicu Protes Massal di Barcelona
Para petinggi Catalonia yang hadir dalam persidangan di Madrid (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Barcelona: Sebagian besar jajaran pemerintahan Catalonia yang digulingkan berada di balik jeruji penjara sejak Jumat pagi 3 November. 
 
 
Mereka terkurung setelah seorang hakim Spanyol memerintahkan penahanan mereka sambil menunggu penyelidikan terhadap peran para tersangka dalam upaya kemerdekaan wilayah tersebut. Perintah ini memicu demonstrasi baru. 
 
Carles Puigdemont, yang diberhentikan pekan lalu sebagai Presiden Catalonia oleh Pemerintah Spanyol, sejak itu bersembunyi di Belgia. "Kini dikeluarkan surat perintah penangkapan Uni Eropa setelah dia mangkir hadir pada sidang pengadilan di Madrid," kata pengacaranya asal Belgia.
 
Pada krisis terbesar di Spanyol dalam beberapa dasawarsa ini, hakim Carmen Lamela menahan deputi Puigdemont dan tujuh menteri daerah terguling lainnya yang dibui sambil menunggu sidang atas dugaan penghasutan, pemberontakan, dan penyalahgunaan dana publik.
 
Di saluran televisi yang menunjukkan gambar mobil van polisi dengan lampu biru berkelap-kelip, penyiar mengatakan bahwa para mantan menteri akan dibawa ke penjara yang berbeda. Lantas warga Catalonia ramai-ramai turun ke jalan dengan marah dan tak percaya.
 
Terjadi demonstrasi di depan parlemen Catalanio di Barcelona, ??ibu kota regional. Polisi memperkirakan kerumunan massa 20.000 orang. Yang lainnya berkumpul di luar balai kota di seluruh wilayah, termasuk 8.000 orang di Girona dan Tarragona.
 
Massa di Barcelona mengangkat ponsel mereka layaknya lilin menyala dan bendera separatis berkibar -- garis-garis merah dan kuning dengan bintang putih -- juga memegang tanda "libertad" (kebebasan) hitam dan kuning.
 
Orang berkerumun, termasuk pasangan tua dan mama-mama muda yang menggendong balita, meneriakkan "bebaskan tahanan politik" dan "Ini bukan keadilan tapi kediktatoran."
 
"Jelas membuat Anda marah, bahkan walau Anda tidak memilih kemerdekaan. Karena setiap kali tindakan yang tidak proporsional diambil, itu hanya akan memicu kemerdekaan," kata pensiunan guru Dolores, 66, seperti disitat Telegraph, Jumat 3 November 2017.
 
Puigdemont menyerukan sebuah pernyataan yang disiarkan di Catalan TV dari lokasi yang tidak diketahui agar jajaran menteri tersebut dibebaskan. Ia mengatakan bahwa situasinya "bukan urusan internal Spanyol".
 
"Masyarakat internasional, dan terutama masyarakat Eropa, harus menyadari bahaya yang ditunjukkan oleh sikap ini," serunya.
 
Sebanyak 20 orang, termasuk Puigdemont, Junqueras, dan ketua parlemen daerah Catalan telah dipanggil untuk diinterogasi, pada Kamis 2 November.
 
Sidang audiensi parlemen Catalan dan lima lainnya di Mahkamah Agung ditunda sampai 9 November sesudah pengacara mereka minta lebih banyak waktu guna mempersiapkan pembelaan mereka.
 
Puigdemont, dan empat pejabat lain yang bersamanya berada di Belgia, tidak hadir di muka sidang.



(FJR)