Indonesia Komitmen Kerja Sama dengan Badan Dagang PBB

   •    Kamis, 15 Jun 2017 08:57 WIB
indonesia-pbb
Indonesia Komitmen Kerja Sama dengan Badan Dagang PBB
Hasan Kleib, Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional Lainnya. (Foto: M Agung Rajasa)

Metrotvnews.com, Jenewa: Indonesia menyerukan pentingnya keberhasilan revitalisasi UNCTAD (the United Nations Conference on Trade and Development) sebagai organ Perserikatan Bangsa-Bangsa yang utama dalam menangani isu-isu perdagangan dan pembangunan global.

“Indonesia memiliki kepentingan yang sangat besar untuk melihat UNCTAD yang kuat, karena memberikan keuntungan bagi negara-negara berkembang dalam bidang kerja sama perdagangan dan pembangunan," ujar Hasan Kleib, Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional Lainnya, saat bertemu dengan Sekretaris Jenderal UNCTAD, Dr. Mukhisa Kituyi di Markas Besar PBB, kemarin.

Seperti keterangan tertulis dari PTRI Jenewa kepada Metrotvnews.com, Kamis 15 Juni 2017, Dubes Hasan juga menyinggung perlunya meningkatkan profil dan visibility UNCTAD sebagai salah satu organisasi internasional yang penting dalam sistem PBB.

"Kita mesti menyesuaikan diri dengan tantangan yang UNCTAD hadapi, terutama di tengah kecenderungan enhanced role organisasi-organisasi internasional lain seperti WTO, G-20, dan OECD," tambah dia.

Pada kesempatan tersebut, Sekjen UNCTAD menyampaikan apresiasi atas komitmen Indonesia untuk turut memperkuat UNCTAD dan berharap hubungan baik yang selama ini telah terjalin terus menguat.

Kituyi menggarisbawahi pandangan Indonesia dengan menyatakan bahwa upaya untuk melakukan adaptasi sesuai perkembangan global saat ini telah sebagian dirintis melalui dukungan negara-negara anggota dalam memperbaiki rejim investasi internasional (international investment agreement reform), serta pengembangan dan pembahasan isu ekonomi digital.

Menurut Kituyi, langkah penyesuaian ini juga termasuk mempersiapkan penanganan isu e-commerce serta menciptakan close linkage antara seluruh kepentingan tersebut dengan guliran perdagangan global saat ini.

Menimpali hal tersebut, Dubes Hasan menegaskan komitmen dukungan Indonesia serta kesiapan dalam bekerjasama dengan UNCTAD maupun negara-negara anggota organisasi internasional tersebut. Dubes Hasan menyebut upaya tersebut dapat ditempuh oleh Kelompok G77 dan Tiongkok dalam merevitalisasi intergovernmental machinery (IGM) UNCTAD.

Dubes Hasan juga tidak lupa mengucapkan terima kasih atas kerja sama baik Indonesia dengan UNCTAD selama ini yang tercermin pada sejumlah program penguatan kapasitas (capacity building) yang telah dan terus berlangsung baik hingga kini, diantaranya Debt Management and Financial Analysis System (DMFAS Programme) dan UNCTAD Train for Trade.

Indonesia terus berkomitmen untuk melanjutkan kerja sama baik dengan UNCTAD dan terus berperan aktif mengaspirasikan kepentingan Indonesia dan memajukan kepentingan negara-negara berkembang pada umumnya dalam forum multilateral UNCTAD, baik melalui kelompok negosiasi 134 negara berkembang yang tergabung dalam Kelompok G77 dan Tiongkok, maupun melalui Trade Development and Board (TDB) UNCTAD sebagai badan pembuat kebijakan tertinggi UNCTAD.


(WIL)