Penyerang Masjid London Divonis Penjara Seumur Hidup

Arpan Rahman    •    Sabtu, 03 Feb 2018 18:04 WIB
terorisme
Penyerang Masjid London Divonis Penjara Seumur Hidup
Darren Osborne dinyatakan bersalah dalam persidangan di London, 1 Februari 2018. (Foto: AFP/METROPOLITAN POLICE)

London: Seorang warga Inggris yang dengan sengaja menabrakkan sebuah mobil van ke sekelompok Muslim di dekat masjid di London, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dengan masa kurungan minimum 43 tahun pada Jumat 2 Februari 2018. Kejahatannya itu menewaskan seorang pria. 

Seperti dikutip Channel News Asia, Sabtu 3 Februari 2018, Darren Osborne, 48, asal Cardiff dinyatakan bersalah telah membunuh Makram Ali.

Ia juga dinyatakan bersalah atas percobaan pembunuhan terhadap sejumlah orang di daerah Finsbury Park, London utara, dalam sebuah serangan pada 19 Juni tahun lalu.

Menjatuhkan vonis di pengadilan London, hakim Bobbie Cheema-Grubb mengatakan kepada Osborne: "Ini adalah serangan teroris. Anda memang berniat ingin membunuh."

Hakim menambahkan bahwa terdakwa telah "mengalami radikalisasi dengan cepat, dan pola pikirnya juga dipenuhi kebencian mengerikan."


Mobil van yang digunakan Osborne. (Foto: AFP)

Osborne, 48, menjadi radikal dalam waktu satu bulan setelah dirinya menonton sebuah program televisi mengenai skandal seks anak laki-laki yang melibatkan sekelompok pria Muslim di Inggris utara.

Penganggur "kesepian" tersebut mengaku tidak bersalah. Ia mengatakan kepada pengadilan bahwa seorang pria bernama "Dave" yang mengemudikan mobil van saat itu. Polisi menyebut klaim tersebut sebagai kebohongan. 

Saksi mata mengingat Osborne pernah mengucapkan, "saya telah menyelesaikan pekerjaan saya, Anda bisa membunuh saya sekarang," setelah penyerangan terjadi.

Osborne menyewa sebuah van dan pergi ke London untuk menabrak sekelompok demonstran pro-Palestina. Namun usaha itu gagal karena adanya penutupan jalan.

Ia kemudian berkeliling London mencari target lain, sebelum akhirnya bertolak ke Finsbury Park. Di sana, ia menabrak sekelompok Muslim yang baru saja meninggalkan sebuah masjid usai salat Isya di bulan Ramadan.


(WIL)