Dubes RI Sebut Barcelona Sepi Turis usai Referendum

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 06 Oct 2017 11:20 WIB
referendum catalonia
Dubes RI Sebut Barcelona Sepi Turis usai Referendum
Pemandangan pantai Barceloneta di Barcelona. (Foto: AFP/JOSEP LAGO)

Metrotvnews.com, Madrid: Sebagai ibu kota Daerah Otonom Catalonia, Barcelona merupakan salah satu tempat favorit di Spanyol di kalangan turis domestik dan internasional. 

Barcelona juga merupakan rumah dari klub sepakbola terkenal ternama di La Liga: Barcelona FC.

Sejak referendum kemerdekaan di Catalonia, Barcelona menjadi sepi pengunjung. Hal ini diungkapkan Duta Besar RI untuk Spanyol Yuli Mumpuni.

"Sejak tanggal 1 Oktober, banyak toko di Barcelona yang tutup. Turis juga sepi," serunya saat dihubungi Metrotvnews.com via pesan singkat, Kamis 5 Oktober 2017.

Dubes Yuli menuturkan demonstrasi membuat wilayah tersebut menjadi kurang diminati. Negara-negara sahabat mengimbau warganya untuk berhati-hati saat bepergian ke Barcelona atau wilayah lain di Catalonia.

Barcelona kini menjadi lebih sepi, karena selain minim turis, gelombang unjuk rasa juga hampir tidak terjadi lagi. Para pendemo pro kemerdekaan hanya mengandalkan Parlemen Regional Catalonia untuk mendorong hasil referendum menjadi kemerdekaan penuh dari Spanyol.

"Jika Parlemen Catalonia menerima dan menyetujui hasilnya, maka Presiden Pemerintah Daerah Otonom Catalonia, Carles Puigdemont konon akan mendeklarasikan diri sebagai negara merdeka," seru mantan Sesmenpora itu.


Yuli Mumpuni Widarso. (Foto: MI/Susanto)

Menurut Dubes Yuli, sebagian besar warga Spanyol menolak referendum di Catalonia. Dari 7 juta penduduk Catalonia, tambah dia, hanya dua juta yang ikut referendum. Angka tersebut juga belum bisa diverifikasi karena merupakan klaim dari kelompok separatis.

Ia mengatakan pihak Kedutaan Besar RI untuk Spanyol (KBRI) telah mengimbau warga negara Indonesia (WNI) untuk berhati-hati dan waspada di tengah ketidakpastian di Catalonia. Semua peringatan sudah diberikan ke WNI lewat berbagai media sosial, seperti Facebook dan Twitter.

Dalam edaran imbauan KBRI Madrid, disertakan nomor telepon KBRI, Kantor Dagang Indonesia (ITPC) dan WNI yang bisa dihubungi untuk mengetahui perkembangan situasi dan kondisi di Catalonia.

"Sejauh ini, tidak ada WNI kita di Barcelona yang ikutan demo turun ke jalan. Mereka mengindahkan imbauan KBRI," tuturnya.

Catalonia ingin merdeka dari Spanyol, hal ini disampaikan Puigdemont. Referendum telah dilakukan, dan diklaim 90 persen yang menyumbangkan suaranya setuju untuk merdeka.

Daerah Otonom Catalonia terdiri dari Barcelona, Girona, dan Lerida Tarragona dengan luas 32.000 kilometer persegi serta jumlah penduduk 7,5 juta. Dubes Yuli menuturkan, dari tiga provinsi di Catalonia, hanya Barcelona yang aktif menyuarakan referendum.

 


(WIL)