Panik karena Peringatan Teror Palsu, 16 Warga Inggris Terluka

Sonya Michaella    •    Sabtu, 25 Nov 2017 09:44 WIB
inggris
Panik karena Peringatan Teror Palsu, 16 Warga Inggris Terluka
Polisi masih berjaga-jaga di Oxford Street, Inggris. (Foto: AFP)

London: Peringatan teror palsu di distrik perbelanjaan paling sibuk di Inggris, Oxford, menyebabkan 16 orang yang panik menjadi terluka. 

Kepolisian Metro Inggris telah memastikan bahwa tidak ada tanda-tanda bom, bukti tembakan, atau jejak-jejak teroris yang mencurigakan.

"Kepanikan warga bermula dari pertengkaran dua orang di panggung Oxford Circus Underground," kata pihak kepolisian, dikutip dari AFP, Sabtu 25 November 2017.

Kawasan Oxford sore itu sangat padat dan ramai karena festival Black Friday di mana semua merek-merek ternama fesyen, mendapat potongan harga yang besar.

"Sembilan orang luka parah sudah dibawa ke rumah sakit terdekat," lanjut dia.

Kejadian ini bermula dari polisi yang mendapat laporan adanya tembakan di pusat perbelanjaan tersebut, "seolah-olah insiden itu terkait dengan teroris".

Laporan itu lantas membuat polisi memberikan pengumuman bahwa warga harus berlindung di toko-toko untuk mengamankan diri.

Inggris memang termasuk negara yang rawan teror setelah dua serangan terjadi dalam kurun waktu kurang dari dua bulan yakni teror di Jembatan Westminster dan konser penyanyi pop Amerika, Ariana Grande, Juni tahun ini.





(FJR)