Putin Peringatkan Kekacauan jika Ada Serangan ke Suriah

Fajar Nugraha    •    Senin, 16 Apr 2018 13:03 WIB
krisis suriahkonflik suriah
Putin Peringatkan Kekacauan jika Ada Serangan ke Suriah
Presiden Rusia Vladimir Putin peringatkan serangan Barat ke Suriah (Foto: AFP).

Moskow: Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan bahwa adanya serangan baru dari negara Barat terhadap Suriah, akan menimbulkan kekacauan dunia.
 
Peringatan Putin dilontarkan setelah adanya rencana dari Amerika Serikat (AS) untuk mempersiapkan sanksi ekonomi baru terhadap Suriah. Sebelumnya, bersama Prancis dan Inggris mereka melakukan serangan ke sebuah fasilitas di Damaskus.
 
(Baca: Trump Klaim Serangan ke Suriah Sukses Besar).
 
Sementara peringatan terbaru dari Putin mencuat dalam percakapan melalui telepon dengan Presiden Iran Hassan Rouhani. Baik Putin dan Rouhani sepakat bahwa tindakan Barat terhadap Suriah sudah merusak kesempatan meraih resolusi politik dalam konflik di Suriah yang sudah berjalan selama 7 tahun ini.
 
"Presiden Vladimir menekankan bahwa jika tindakan yang melanggar Piagam PBB terus dilakukan, maka akan menimbulkan kekacauan dalam hubungan internasional," pernyataan pihak Kremlin, menyadur ucapan Putin, seperti dikutip AFP, Senin 16 April 2018.
 
Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley kepada program 'Face the Nation' di CBS menegaskan bahwa AS akan mengumumkan sanksi ekonomi baru untuk Suriah pada Senin 16 April ini. Sanksi ditujukan kepada perusahaan yang diduga memiliki kesepakatan menyediakan perlengkapan atas senjata kimia yang diduga digunakan oleh Presiden Bashar al-Assad.
 
(Baca: Serang Suriah Tanpa Persetujuan, PM Inggris Dikecam).
 
Rencana ini merupakan lanjutan dari serangan rudal AS, Prancis dan Inggris di fasilitas milik Suriah. Sekitar 105 rudal dilesakkan ke fasilitas tersebut.
 
Koalisi Barat berdalih bahwa serangan rudal ini merupakan respons atas dugaan serangan kimia oleh pasukan Suriah di Douma, Ghouta timur.
 
Adapun penyerangan ini merupakan bentuk intervensi terbesar dari Barat terhadap Assad yang juga dikenal sebagai sekutu Rusia.
 
Hantaman untuk AS dan Eropa
 

Merespons pidato Dubes Haley mengenai sanksi untuk Suriah, Wakil Kepala Komiter Pertahanan Parlemen Rusia, Evgeny Serebrennikov menyebutkan bahwa Rusia sudah bersiap menghadapi sanksi itu.
 
"(Sanksi) itu sulit untuk kami, tetapi akan menyebabkan kerusakan lebih berat untuk AS dan Eropa," tutur Serebrennikov.
 
Sedangkan di Damaskus, Wakil Menlu Rusiah Faisal Mekdad melakukan pertemuan dengan pengawas dari Lembaga Pengawas Senjata Kimia dunia (OPCW). Para penyelidik ini akan mengunjungi Douma untuk memeriksa dugaan serangan kimia.
 
Rusia pun mengecam ulah koalisi Barat yang melakukan serangan sebelum OPCW memberikan hasil penyelidikan mereka di Douma.


(FJR)