Trump Siapkan Perjanjian Dagang Besar dengan Inggris

Willy Haryono    •    Kamis, 03 Aug 2017 09:18 WIB
donald trumpbrexitpemerintahan as
Trump Siapkan Perjanjian Dagang Besar dengan Inggris
Presiden AS Donald Trump (kiri) bersama PM Inggris Theresa May. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut Gedung Putih sedang mempersiapkan perjanjian dagang "besar dan menyenangkan" dengan Inggris setelah Brexit. 

Brexit adalah singkatan dari Britain Exit -- keluarnya Inggris dari keanggotaan Uni Eropa. 

Dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal (WSJ), seperti dikutip Independent.co.uk, Rabu 2 Agustus 2017, Trump mengaku "menjalin hubungan yang sangat baik dengan Perdana Menteri (Theresa May) dan menegaskan "ingin segera melakukan perjanjian dagang berskala besar."

Saat ditanya pemimpin redaksi WSJ Gerard Baker mengenai perjanjian dagang dengan Inggris, Trump menyebut hal tersebut akan meliputi elemen pertanian dan keuangan. Trump mengklaim perjanjian dagang ini bisa saja langsung diterapkan begitu Inggris resmi terlepas dari Uni Eropa. 

"Itu akan menjadi sebuah perjanjian dagang yang besar -- jauh, jauh lebih besar dari kemitraan saat ini," ungkap Trump.

Menurut Trump, Uni Eropa adalah sebuah rintangan dalam perdagangan. Ia mendeskripsikan UE sebagai blok Eropa yang "sangat, sangat proteksionis" dan "tidak adil."

"Kami memiliki berbagai produk pertanian dan peternakan yang tidak dapat dimasukkan ke Uni Eropa," lanjut dia. 

Trump tidak menjelaskan detail lebih lanjut mengenai detail elemen pertanian dalam perjanjian dagang dengan Inggris. Ia hanya menyebutkan mengenai pertemuannya dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. 

"Ketika bertemu Presiden Xi, saya berkata: 'Maaf, bisakah Anda mengizinkan hewan ternak, untuk masuk (ke Tiongkok)?" kata Trump.

Selain Brexit, Trump juga membicarakan mengenai anak menantunya, Jared Kushner. Ia menilai Kushner sebagai "anak yang baik" terkait dugaan keterlibatan Rusia dalam pemilihan umum AS pada 2016. 

Ia juga menyuarakan kekhawatirannya mengenai apakah referendum kedua kemerdekaan Skotlandia akan memiliki dampak terhadap turnamen golf British Open.


(WIL)