Diam-diam Temui Pejabat Israel, Menteri Inggris Dipecat

Sonya Michaella    •    Kamis, 09 Nov 2017 07:49 WIB
politik inggris
Diam-diam Temui Pejabat Israel, Menteri Inggris Dipecat
Menteri Inggris bidang bantuan internasional, Priti Patel. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, London: Menteri pemerintahan Inggris Priti Patel dipecat atas pertemuan rahasian antara dirinya dengan sejumlah pejabat Israel. Kantor Perdana Menteri Theresa May mengonfirmasi telah menerima surat pengunduran diri Patel.

Patel, yang menjabat sebagai menteri bidang bantuan internasional, sempat dipanggil pulang ke Inggris dari Kenya oleh May setelah diketahui bertemu dengan para pejabat Israel saat berlibur musim panas.

"Tindakan saya dimaksudkan dengan niat baik, tetapi tindakan saya juga berada di bawah standar transparansi dan keterbukaan yang telah saya promosikan dan anjurkan sebelumnya," tulis Patel dalam suratnya, dikutip dari Guardian, Kamis 9 November 2017.

"Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada PM May dan pemerintahan atas apa yang telah terjadi dan saya mengundurkan diri," lanjut pernyataan itu.

Di bawah protokol Inggris, seorang menteri kabinet biasanya akan mengadakan pertemuan melalui kantor asing dan didampingi oleh pejabat. Untuk bertemu dengan pejabat Israel biasanya akan diimbangi dengan pertemuan dengan pejabat Palestina.

Patel dilaporkan bertemu dengan sejumlah politikus dan organisasi, termasuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Yuval Rotem, pejabat senior Kementerian Luar Negeri Israel. 

Patel juga bertemu dengan Yair Lapid, kepala Yesh Latid, salah satu mitra koalisi Netanyahu, yang sempat mengunggah pernyataan di Twitter bahwa dirinya bertemu dengan Patel.

Kantor PM May mengaku tidak mengetahui adanya pertemuan antara Patel dan pejabat Israel. Kantor PM hanya mengetahui kunjungan Patel ke rumah sakit Israel di Dataran Tinggi Golan. 

Dengan pengunduran diri Patel, yang juga menjabat juru kampanye Brexit kala itu dan termasuk pejabat yang antusias mendorong Inggris keluar dari Uni Eropa, tentu akan membuat May kerepotan menghadapi tekanan yang lebih besar dari anggota parlemen untuk segera keluar dari Uni Eropa.



(FJR)