Presiden Ukraina Gunakan Isu Krimea untuk Pemilu

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 30 Nov 2018 16:12 WIB
Rusia-Ukraina
Presiden Ukraina Gunakan Isu Krimea untuk Pemilu
Duta Besar Rusia untuk ASEAN Alexander Ivanov. (Foto: Medcom.id/Marcheilla).

Jakarta: Duta Besar Rusia untuk ASEAN Alexander Ivanov mengatakan Presiden Ukraina Petro Poroshenko menggunakan isu Krimea untuk mencari dukungan suara. Menurut dia, Poroshenko sudah kehilangan dukungan.

"Sebenarnya kasus kapal tersebut provokasi dari Ukraina. Perairan yang mereka lewati sebenarnya milik Rusia. Mereka mencoba masuk dan wajar saja jika penjaga perbatasan menyetop," kata Ivanov dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat, 30 November 2018.

"Saya katakan kepada Anda, Ukraina akan mengadakan pemilihan presiden tahun depan. Dan Presiden Poroshenka, yang saat ini menjabat, telah kehilangan dukungan dari pemilihnya. Karena sangat minim dukungan, dia takut kehilangan posisi sebagai presiden," imbuh dia.

Ivanov menuturkan usai mengamuk karena kapalnya ditahan pihak Rusia, Poroshenko malah mengumumkan darurat militer di sepuluh wilayah Ukraina. "Tentu saja di wilayah yang terkena darurat militer tidak mendukungnya," ungkap Ivanov.

Baca: Presiden Ukraina Peringatkan Perang Skala Penuh dengan Rusia

Darurat militer tersebut berlangsung hingga enam hari. Ivanov menduga langkah itu diambil untuk menekan kebebasan pers dan berpendapat warga-warganya.

Sementara itu, Ivanov mengaku bingung apakah negara-negara Barat tidak mengetahui motif Poroshenko melakukan provokasi. "Saya tidak tahu apakah mereka memang tidak mengetahui motivasinya atau hanya mendukung dia karena selalu mengikuti keinginan Barat baik di global mau pun kawasan," tuturnya.

Minggu 25 November, Rusia menaiki dan menyita tiga kapal AL Ukraina di Selat Kirch yang berada di perairan Krimea. Krimea adalah wilayah yang telah dianeksasi Rusia dari Ukraina beberapa tahun lalu.

Dalam insiden tersebut, Rusia sempat beberapa kali menembaki tiga kapal Ukraina. Moskow menuduh Kiev memasuki wilayah perairan secara ilegal.

Ukraina merespons dan mendesak agar ketiga kapal beserta semua kru dikembalikan ke Kiev. Ukraina juga meminta semua negara mitra untuk merespons Rusia, salah satunya dengan cara menjatuhkan atau meningkatkan sanksi.


(FJR)