Menlu Inggris Inginkan Zona Larangan Terbang di Suriah

Arpan Rahman    •    Rabu, 12 Oct 2016 12:08 WIB
krisis suriah
Menlu Inggris Inginkan Zona Larangan Terbang di Suriah
Pesawat tipe Eurofighter Typhoon milik RAF Inggris. (Foto: AFP/PETROS KARADJIAS)

Metrotvnews.com, London: Boris Johnson secara pribadi mendesak Inggris dan Amerika Serikat untuk menerapkan zona larangan terbang di atas Suriah. 

Johnson mengisyaratkan dukungannya atas pemberlakuan zona larangan terbang dalam perdebatan darurat Parlemen tentang Suriah. 

Menteri Luar Negeri Inggris itu menghendaki Angkatan Udara Inggris (RAF) melancarkan misi baru untuk menghentikan pembantaian di kota-kota Suriah seperti Aleppo. Johnson juga mendesak Perdana Menteri Theresa Mei menyusun tawaran baru demi membujuk AS untuk bergabung dalam misi ini.

Presiden Barack Obama telah menolak menghadapi langsung tiran Suriah Bashar al-Assad dan sekutunya Rusia, yang terus menggempur kota Aleppo. 

"Kita harus bekerja mengikuti semua jenis pilihan bersama-sama dengan sekutu kita," kata Johnson seperti dilansir The Sun, Selasa (11/10/2016).

Tapi rencana ini diakui Johnson berisiko memicu konflik dengan Rusia. "Kita tidak bisa melakukannya kecuali kita siap untuk menembak jatuh pesawat atau helikopter yang melanggar zona itu dan kita harus berpikir sangat hati-hati tentang konsekuensinya," ucap dia.

"Boris percaya larangan terbang atau zona demiliterisasi akan menghentikan korban yang tewas," kata seorang sumber yang dekat dengan Menlu Inggris.

"Ini tidak harus berujung konfrontasi dengan Rusia. Putin bisa saja sepakat dengan aturan zona larangan terbang," sambung dia.

RAF pernah menyelamatkan suku Kurdi dari pembantaian Saddam Hussein pada 1991 dengan memberlakukan zona larangan terbang di Irak utara.

Wajah Suriah

Pada Sabtu 8 Oktober, Rusia memblokir resolusi Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan serangan udara lebih lanjut ke Aleppo.

Penderitaan warga Suriah terlihat dari seorang anak bernama Aya -- berusia sekitar sepuluh -- yang tertangkap kamera sedang menangis setelah serangan udara lain di kota Homs.


Kota Homs, Suriah. (Foto: AFP)

Pasukan rezim Assad dan sekutunya Rusia dituduh meluncurkan serangan mortir yang melukai Aya.  Dokter di pusat medis di kota Talbiseh menyeka wajah dan kulit kepalanya sambil berteriak "Baba!" - bahasa Arab untuk "Bapa!"

Aya terpisah dari ayahnya dalam serangan udara dan mortir pada Senin 10 Oktober, sebelum dia diselamatkan dan dibawa ke sebuah rumah sakit terdekat.

Kota Talbiseh, yang memiliki populasi 84.000, telah diserbu dalam beberapa pekan terakhir setelah gencatan senjata selama tujuh hari terhenti bulan lalu.

Sementara itu, PBB memperingatkan Aleppo terancam hancur total jika serangan udara Rusia berlanjut hingga akhir Desember.


(WIL)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

22 hours Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA