Penerjemah Asal Afghanistan Diperkosa Tiga Imigran Bersenjata

Arpan Rahman    •    Rabu, 19 Oct 2016 13:04 WIB
imigran gelap
Penerjemah Asal Afghanistan Diperkosa Tiga Imigran Bersenjata
Polisi memburu tiga imigran yang memerkosa seorang wanita penerjemah asal Afghanistan di Calais, Prancis, 18 Oktober 2016. (Foto: Mark Large)

Metrotvnews.com, Calais: Tiga imigran bersenjata sedang diburu polisi di Calais setelah diduga memerkosa seorang wanita muda di kamp pengungsi Jungle, Prancis. 

Serangan mengerikan terjadi pada Selasa 18 Oktober, sekitar pukul 02:30 waktu setempat. Ketika itu, seorang kru televisi merekam sebuah film dokumenter tentang pelecehan seks terhadap anak-anak di kota yang terkenal kumuh di Prancis.

Korban perkosaan adalah wanita 38 tahun dari Afghanistan. Ia fasih berbicara bahasa Pashtun. Tapi identitasnya tidak dapat disebutkan karena alasan hukum. Ia bekerja sebagai penerjemah untuk wartawan pria berusia 42 tahun.

Korban dijatuhkan ke tanah dan diserang. Sementara dua pelaku lainnya, yang juga fasih berbicara Pashtun, menahan pergerakan rekan kerja korban. 

Insiden muncul tatkala otoritas Perancis bersiap menggusur kamp darurat di Calais. Para pengungsi sedang menghabiskan hari terakhir mereka. Sebelumnya, tim liputan dari kantor berita Sky News juga diserang.



Sumber pengadilan di dekat Boulogne-sur-Mer menegaskan ketiga imigran Afghanistan yang hendak pergi ke Inggris itu bertanggung jawab atas serangan brutal di Calais. Ketiganya berstatus buron.

"Korban perkosaan berasal dari Paris dan bekerja dengan seorang reporter pada sebuah proyek jurnalistik," kata salah satu sumber seperti disitat Daily Mail, Selasa (18/10/2016).

Calais akan Rata dengan Tanah


Kamp pengungsi di Calais

Para pelaku awalnya ingin mencuri peralatan wartawan, namun salah seorang dari mereka tertarik pada si wanita muda.

Setelah memerkosa, korban dan rekannya berhasil melarikan diri dan mengadu ke kantor polisi Calais. Korban kemudian dirawat di rumah sakit.

"Korban diperiksa oleh dokter forensik. Sampel sudah diambil guna meneliti profil genetik dari si pemerkosa," kata Pascal Marconville, jaksa di dekat Boulogne-sur-Mer, kepada harian Voix du Nord.

Marconville mengatakan tiga penyerang masih buron dan pencarian sedang dilakukan.

Sebanyak 10 ribu orang saat ini tinggal di kamp Jungle di Calais. Sebagian besar dari mereka adalah pemuda dari negara-negara yang diruyak perang seperti Afghanistan, Suriah, dan Eritrea.

Kamp imigran di Calais akan dihancurkan awal pekan depan. 


Pengungsi diminta pergi sebelum kamp Calais dihancurkan 


(WIL)