Van der Bellen Menang dalam Pilpres Austria

Arpan Rahman    •    Senin, 05 Dec 2016 10:59 WIB
austria
Van der Bellen Menang dalam Pilpres Austria
Alexander Van der Bellen menang pilpres Austria (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Wina: Hasil hitung cepat Pemilihan Presiden di Austria memenangkan mantan pemimpin Partai Hijau Alexander Van der Bellen dengan 53,3 persen suara. Kandidat sayap kanan Norbert Hofer telah mengakui kekalahannya.
 
Menurut hitung cepat yang dilakukan oleh lembaga penyiaran ORF, pada Minggu 4 Desember, calon independen Alexander Van der Bellen terpilih sebagai presiden Austria setelah memenangkan 53,3 persen suara.
 
"Dari awal, saya selalu berjuang dan menganjurkan sebuah Austria yang pro-Eropa," kata Van der Bellen dalam siaran televisi publik yang dikutip Deutsche Welle, Senin (5/12/2016).
 
Kandidat sayap kanan Norbert Hofer mengakui kekalahan setelah mengumpulkan 46,7 persen suara. Seraya membenarkan bahwa dirinya tidak akan menggugat hasil Pilpres. Bereaksi terhadap hasil Pilpres di Facebook, Hofer mengatakan ia "kecewa bukan main."
 
"Saya ingin mengurus Austria kita," tulis Hofer.
 
Kemenangan van der Bellen muncul sebagai pukulan bagi gerakan populis sayap kanan Eropa, yang mengantisipasi sebuah dorongan menjelang Pilpres tahun depan di Perancis, Jerman, dan Belanda.
 
Christian Kern, kanselir Austria asal Partai Sosial Demokrat, mengucapkan selamat kepada Van der Bellen tak lama setelah hasil hitung cepat diumumkan.
 
"Saya melihat hari yang baik untuk Austria," Kern menulis di Twitter. "Sekarang kita bersama-sama memastikan bahwa tidak ada yang melihat dirinya sendiri sebagai pecundang."
 
Persetujuan Internasional
 
Di negara tetangga Jerman, Wakil Kanselir Sigmar Gabriel juga mengucapkan selamat kepada Van der Bellen. Seraya mengatakan bahwa "beban berat telah terangkat dari Eropa."
 
"Sudah seharusnya perkiraan dikonfirmasi, hasil pemilu Austria akan menjadi kemenangan yang jelas dari alasan terhadap populisme sayap kanan," kata surat kabar Sosial Demokrat Jerman "Bild."
 
Presiden Prancis Francois Hollande memuji berita tersebut, dengan mengatakan: "Rakyat Austria telah memilih Eropa dengan pikiran terbuka." Sementara Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras menyebut kemenangan Van der Bellen ini "sebuah udara segar yang dihirup di saat Eropa terancam oleh bangkitnya sayap kanan. "
 
Presiden Parlemen Eropa Martin Schulz bergabung dengan suara bulat internasional yang lega, menyebut pemilihan Austria "suatu kekalahan berat nasionalisme dan anti-Eropa, yang tampak didukung populisme."
 
Liberal Pro-Eropa
 
Van der Bellen mendapat dukungan dari Partai Hijau Austria, tapi maju sebagai calon independen dalam pemilihan, Minggu.
 
Kaum liberal pro-Eropa, selama 72 tahun bercita-cita menciptakan kawasan bebas "Amerika Serikat di Eropa" dan mendukung pernikahan sesama jenis.
 
Selama kampanye 11 bulan yang sengit, Van der Bellen merebut dukungan dari banyak anak muda Austria dan kaum selebriti, menyerukan negara akan dipandu dengan "alasan untuk tidak ekstrem."
 
Hasil hitung cepat pertama menunjukkan peningkatan 3,6 persen dukungan untuk Van der Bellen, yang menang tipis dalam pemilihan limpasan awal pada Mei silam -- kurang dari 31.000 suara di atas Hofer.



(FJR)