Livestreaming

Krisis Imigran, Ada Peluang ASEAN Bisa Bantu Uni Eropa

Sonya Michaella    •    Rabu, 14 Sep 2016 14:53 WIB
imigran gelap
Krisis Imigran, Ada Peluang ASEAN Bisa Bantu Uni Eropa
Imigran yang diselamatkan di Eropa (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Jakarta: Krisis imigran yang menghantui sejumlah negara di Eropa, mau tak mau membuat blok Uni Eropa (UE) turut campur tangan.
 
Gelombang imigran yang terus berdatangan dari Timur Tengah bahkan membuat beberapa negara anggota Uni Eropa menolak untuk menerima para pengungsi.
 
"Saya pikir, kami membutuhkan bantuan dari semua partner kami. Untuk menyelesaikan masalah regional seperti ini, kita harus mengandalkan bantuan dari negara tetangga," ujar Duta Besar Uni Eropa untuk ASEAN, Fransisco Fontan ketika ditemui di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Rabu (14/9/2016).
 
Pembicaraan terkait krisis imigran ini juga terjadi di tubuh Uni Eropa sendiri beserta negara-negara anggotanya. Ia pun menegaskan krisis imigran di Eropa saat ini kerap dipecahkan melalui pembicaraan bilateral antara negara Uni Eropa serta pendekatan pembicaraan regional.


Dubes UE untuk ASEAN Fransisco Fontan (Foto: Sonya Michaella/MTVN)

 
Ketika ditanya apakah ASEAN dapat membantu permasalahan tersebut, Dubes Fontan mengatakan bahwa hal itu bisa saja terjadi, walaupun untuk sekarang belum ada pembicaraan ke arah itu.
 
"Bisa. ASEAN sangat bisa membantu kita. Ada peluang untuk membicarakan imigran," tegasnya lagi.
 
Krisis imigran yang terjadi di Eropa, lanjutnya, bisa juga menjadi pelajaran di Asia, di mana beberapa negara di Asia kedatangan para pengungsi.
 
Tahun ini, diperkirakan Jerman akan kedatangan sekitar 300 juta pengungsi dari Timur Tengah.
 
Tak hanya itu, Italia pun telah menyelamatkan beribu-ribu pengungsi yang berusaha menyeberang ke Eropa melalui Laut Mediterania.
 
Para pengungsi dari Timur Tengah tersebut kebanyakan berasal dari negara konflik di mana mereka mencari tempat perlindungan dan tempat tinggal lebih baik di Eropa.  

 



(FJR)