Puigdemont Minta Madrid Aktifkan kembali Pemerintah Catalonia

Willy Haryono    •    Minggu, 31 Dec 2017 17:06 WIB
referendum catalonia
Puigdemont Minta Madrid Aktifkan kembali Pemerintah Catalonia
Carles Puigdemont menghadiri pertemuan di Istana Generalitat di Barcelona, Spanyol, 10 Oktober 2017. (Foto: AFP/PAU BARRENA)

Brussels: Mantan pemimpin Catalonia Carles Puigdemont meminta Spanyol mengaktifkan kembali pemerintahan regionalnya, setelah dirinya didepak usai referendum kemerdekaan dinyatakan ilegal oleh pengadilan Madrid. 

"Sebagai presiden, saya meminta pemerintah Spanyol untuk mengaktifkan kembali semua yang telah diambil dari Catalonia," kata Puigdemont dari Brussels, seperti dikutip AFP, Sabtu 30 Desember 2017, 

Madrid memecat Puigdemont dan semua anggota timnya di Catalonia usai referendum kemerdekaan pada 1 Oktober. Puigdemont kemudian menghindari penangkapan dan melarikan diri ke Belgia, sementara sejumlah rekannya dipenjara.

Dari Brussels, Puigdemont mengkampanyekan gerakannya untuk pemilu regional pada 21 Desember. Namun pengadilan Spanyol menjerat Puigdemont dengan pasal pemberontakan, penghasutan dan penyalahgunaan dana publik.

Namun dukungan kuat dari kubu pro separatis memperkuat seruan Puigdemont, meski tidak mencapai suara mayoritas. 

Baca: PM Spanyol Inginkan Catalonia Kembali Demokratis dan Bebas

Dalam sebuah pesan berdurasi tujuh menit, Puigdemont berkukuh dirinya masih pemimpin "resmi" Catalonia. Ia juga menegaskan hasil referendum telah menunjukkan Catalonia telah dewasa secara demokratis dan berhak mendirikan republik

"Kotak suara telah berbicara," tutur Puigdemont terkait pemilu regional 21 Desember. Ia berharap hasil pemilu itu dapat membuat Madrid mau "berdialog dan bernegosiasi" dengannya.

Jumat kemarin Perdana Menteri Spanyol mengatakan wacana Puigdemont dapat memimpin Catalonia dari negara lain sebagai sesuatu yang "absurd." Ines Arrimadas, kepala regional dari partai Cuidadanos, juga mengungkapkan hal serupa.

"Tuan Puigdemont meyakini dia dapat menjadi presiden Generalitat (eksekutif regional) via internet dan Whatsapp," sebut Arrimadas.

 


(WIL)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

1 day Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA