White Widow Inggris Tewas dalam Serangan Drone AS di Suriah

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 12 Oct 2017 17:32 WIB
isis
<i>White Widow</i> Inggris Tewas dalam Serangan <i>Drone</i> AS di Suriah
Sally Jones alies White Widow, dilaporkan tewas di Suriah (Foto: The Sun).

Metrotvnews.com, Raqqa: Penyanyi rock asal Inggris, Sally Jones atau yang dikenal dengan nama 'White Widow' dilaporkan tewas di Suriah. Wanita itu diketahui telah bergabung dengan militan Islamic State (ISIS).
 
White Widow tewas akibat serangan pesawat tak berawak milik Amerika Serikat (AS) di Suriah.
 
Kepala Dinas Intelijen AS mengatakan kepada rekan di MI6 bahwa para militan, yang meninggalkan Kent telah bergabung dengan ISIS pada 2013 lalu. Mereka tewas di dekat perbatasan antara Suriah dengan Irak pada Juni 2017.
 
Dilansir dari laman Independent, Kamis 12 Oktober 2017, sebuah serangan Angkatan Udara AS membawanya keluar dari sebuah bangunan saat sedang dalam pelarian dari Raqqa. White Widow diyakini tengah menuju Kota Mayadin saat dia terbunuh.
 
Sumber Whitehall menuturkan sebenarnya Jones berusaha kabur dari ISIS. Dia ingin lari keluar dari Raqqa.
 
"Orang-orang AS membuat dia berusaha melepaskan diri dari Raqqa, terus terang ini merupakan hal baik," sumber tersebut.
 
Sementara itu, surat kabar The Sun melaporkan bahwa sebelumnya dia berusaha bersembunyi di tengah adanya kekhawatiran Jones membunuh anaknya yang berusia 12 tahun.
 
Meski demikian, kematiannya masih belum sepenuhnya terverifikasi. Hal ini juga diungkapkan Kepala Intelijen AS yang menyebutkan bahwa mereka tidak 100 persen yakin dia terbunuh jika tidak melalui tes DNA.
 
Jones dijuluki White Widow oleh media Inggris. Dia meninggalkan Chatham, Kent bersama putranya, Jojo pada 2013 silam untuk bergabung dengan ISIS. Tiba di Suriah, dia menikah dengan Junaid Hussain, seorang peretas keturunan Inggris-pakistan yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak pada 2015.



(FJR)