Menang Pemilu Belanda, PM Rutte Rayakan 'Penolakan Populisme'

Arpan Rahman    •    Kamis, 16 Mar 2017 12:16 WIB
belanda
Menang Pemilu Belanda, PM Rutte Rayakan 'Penolakan Populisme'
PM Belanda Mark Rutte pimpin Partai VVD menangkan pemili parlemen (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Amsterdam: Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengklaim Belanda telah menolak "populisme yang keliru" saat merayakan kemenangan dalam pemilihan parlemen.
 
Hampir semua suara telah dihitung, Partai Liberal VVD yang berkuasa dipimpin Rutte dengan mudah mengalahkan Partai Kebebasan PVV yang anti-imigrasi, anti-Uni Eropa dipimpin oleh politikus anti-Islam Geert Wilders.
 
Pemilu dipandang sebagai ujian dari dukungan bagi partai-partai nasionalis yang telah mendapatkan kemenangan di seluruh Eropa.
 
 
Wilders menegaskan "musim semi patriotik" masih akan terjadi. Lebih dari 90 persen dari suara sudah dihitung, VVD telah memenangkan 33 dari 150 kursi, kehilangan delapan kursi dari parlemen sebelumnya.
 
PVV-nya Wilders berada di tempat kedua dengan 20 kursi, bertambah lima. Sedangkan Apel Kristen Demokrat (CDA) dan partai liberal Demokrat 66 (D66) menguntit dengan masing-masing 19 kursi.
 
Partai Kiri-Hijau walau tidak terlalu baik, mendapat 14 kursi, meningkat 10. Partai Buruh (PvdA), partai termuda dalam koalisi pemerintahan, menderita kekalahan bersejarah dengan hanya sembilan kursi, kehilangan 29.
 
Jumlah pemilih lebih dari 80 persen, tertinggi selama 30 tahun. Para analis mengatakan mungkin yang lebih diuntungkan pro-Uni Eropa dan partai-partai liberal.
 
Jelang pemilu, beberapa jajak pendapat telah meramalkan PVV memenangkan jumlah terbesar dari kursi, mengirimkan pesan kuat ke seantero ibu kota Eropa.
 
 
Wilders telah berjanji membawa Belanda keluar dari Uni Eropa, menutup semua masjid, dan melarang Alquran.
 
"Orang Belanda berkata 'Whoa!' untuk jenis populisme yang salah," kata Rutte, yang sekarang bersiap memangku masa jabatan ketiga berturut-turut sebagai perdana menteri.
 
"Kami ingin menancapkan arah yang kami tuju -- aman dan stabil dan makmur," tuturnya seperti dikutip BBC, Kamis 16 Maret 2017.
 
Kemenangan Rutte disambut hangat oleh para pemimpin Eropa lainnya.
 
Presiden Prancis Francois Hollande berkata, Rutte telah menggondol "kemenangan yang jelas terhadap ekstremisme". Sementara kepala staf Kanselir Jerman Angela Merkel, Peter Altmaier, menebar tweet: "Belanda oh Belanda, Anda juara! Selamat atas hasil yang gemilang ini."
 
Banyak kalangan yang telah memantau pemilu di Belanda dengan cermat, selagi muncul indikasi bagaimana pihak populis mungkin kalah dalam pemilu di sejumlah negara Uni Eropa.

 

 
(FJR)